Dampak Tambang di Samboja
Warga di Samboja Barat Terdampak Tambang Batu Bara, Alasan 2 Lurah Dinilai Lebih Bela Perusahaan
Warga di Samboja Barat terdampak tambang batu bara. Alasan 2 Lurah dinilai lebih membela perusahaan
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Amalia Husnul A
Ringkasan Berita:
- Warga di Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengeluhkan dampak tambang batu bara di sekitar permukimannya.
- Sejumlah warga memilih menggandeng kuasa hukum demi memperjuangkan haknya yang belum dipenuhi perusahaan
- Lurah dinilai lebih membela perusahaan ketimbang warganya
- Sementara Lurah menyatakan telah melakukan mediasi antara warga dan perusahaan
TRIBUNKALTIM.CO, SAMBOJA - Warga di Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengeluhkan dampak tambang batu bara di lingkungannya mulai dari rumah yang retak, kebun rusak hingga konflik lahan.
Bahkan dengan berbagai keluhannya, warga di Kecamatan Samboja Barat ini meminta pendampingan hukum agar bisa mendapatkan haknya dari perusahaan yang beroperasi di wilayah permukimannya.
Warga di Kecamatan Samboja Barat ini merasa tidak diperhatikan oleh dua lurah yang memimpin di wilayahnya mereka.
Dua Lurah di Kecamatan Samboja Barat dinilai lebih membela perusahaan ketimbang warga.
Baca juga: 4 Warga Samboja Kukar Gugat Tambang Batu Bara, Tuntut Keadilan hingga DPR RI
Paulinus Dugis, kuasa hukum 4 warga Kelurahan Argosari dan Amborawang Darat menilai lurah tersebut "tutup mata" terhadap penderitaan warga yang menjadi korban dampak pertambangan.
Menurutnya, sudah banyak warga Argosari dan juga Amborawang yang menjadi korban, tetapi lurah justru mengeluarkan pernyataan yang seolah membela perusahaan.
"Lurah (Argosari) seperti ini harus diganti karena tidak peka terhadap masyarakat," tegas Paulinus.
Paulinus mengungkapkan kekecewaannya karena lurah dinilai lebih mewakili perusahaan ketimbang warganya sendiri.
"Dia statement berkomitmen, seolah itu perusahaan. Padahal, di lapangan, banyak bukti kerusakan dan kerugian yang dialami warga," jelas Paulinus.
Dari hasil peninjauannya di lapangan terhadap lokasi lahan milik klinenya, menemukan banyak kerusakan akibat aktivitas perusahaan pertambangan bernama PT Singlurus Pratama.
"Banyak warga yang mengalami kerugian, tetapi lurah justru berkomitmen dengan perusahaan," tambahnya.
Ganti Rugi tak Kunjung Terealisasi
Sorotan tajam juga diberikan terkait janji ganti rugi yang tidak terealisasi.
Paulinus mencontohkan kasus Pak Ahmad warga Amborawang yang lahannya sudah dibabat habis dan lahan Pak Selamet yang terdampak hingga perkebunan hancur akibat limbah tambang.
Selain itu juga, dua warga Argosari yaitu pak Kharun yang rumahnya mau roboh dan longsor dan seorang ibu bernama Paniyem yang mana separuh lahannya sudah dibabat habis.
Samboja Barat
tambang batu bara
tambang
Kutai Kartanegara
PT Singlurus Pratama
Eksklusif
Multiangle
TribunKaltim.co
| Lurah Argosari Sebut Perusahaan Batu Bara Berkomitmen Jamin Kesejahteraan Warga Samboja |
|
|---|
| Kisah Susianty Terdampak Tambang di Samboja Kukar: Rumah Rusak, Air Tercemar |
|
|---|
| Derita Warga Argosari Samboja Dikepung Tambang, Air Sumur Kecoklatan, Rumah Retak, Singkong Layu |
|
|---|
| Warga Sekitar Tambang Batu Bara di Samboja Barat Kukar Cari Keadilan, Kebun Rusak, Jalan Desa Putus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251016_Samboja-Barat_Kukar_PT-Singlurus-Pratama_tambang-batu-bara-dikeluhkan_2.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251015_aktivitas-tambang-batu-bara-dihentikan_PT-Singlurus-Pratama_Dinas-ESDM-Kaltim_Kukar.jpg)