Sekolah Rakyat di Samarinda
Samarinda Bangun Sekolah Rakyat Terintegrasi Mulai Desember, Nilainya Rp250 Miliar
Pemkot Samarinda bersiap memulai pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kecamatan Palaran dengan nilai proyek sekira Rp250 miliar.
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Pemkot Samarinda akan memulai pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Palaran pada 2 Desember 2025 dengan nilai proyek Rp250 miliar.
- Aspek lahan, infrastruktur dasar, dan koordinasi lintas instansi menjadi fokus agar fasilitas asrama modern dapat berfungsi optimal.
- Program ini merupakan bagian dari pembangunan 104 Sekolah Rakyat nasional, di mana Samarinda menjadi satu-satunya perwakilan Kaltim.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersiap memulai pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi di Kecamatan Palaran dengan nilai proyek sekitar Rp250 miliar.
Pembangunan dijadwalkan dimulai 2 Desember 2025, menandai langkah besar peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nuryadin, menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek dimulai setelah penandatanganan kontrak dengan pihak pelaksana.
Ia menyebut proses ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan koordinasi di Bali yang telah dilaporkan kepada Walikota Samarinda.
Baca juga: Sekolah Rakyat di Samarinda Bakal Dilengkapi Laptop, Siap Ajarkan Coding dan AI kepada Siswa
Samarinda tercatat sebagai satu-satunya daerah di Kalimantan Timur yang masuk dalam daftar 104 Sekolah Rakyat yang dibangun pemerintah pusat pada tahun ini.
“Pekerjaannya sekitar enam bulan, ditargetkan selesai karena Juli harus sudah bisa dipakai. Berarti itu harus qualified, tahun ajaran depan sudah mulai,” jelas Asli.
Lahan Sudah Diproses
Menurut Asli, pemerintah pusat menekankan percepatan proyek sekaligus penyelesaian aspek administratif, khususnya sertifikasi lahan.
Pemkot Samarinda telah mengajukan sertifikat tanah ke ATR/BPN dan berharap proses tersebut bisa dipercepat.
Baca juga: Alasan Sekolah Rakyat 58 di Samarinda Dibuat Kelas Mini, Khawatir Cepat Merasa Bosan
Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi agar sarana pendukung sekolah siap sejak awal pembangunan.
PLN, Diskominfo, dan PDAM disebut berperan penting dalam penyediaan jaringan listrik, internet fiber optic, pipa air, hingga debit air untuk ratusan penghuni asrama.
Fasilitas Lengkap Berstandar Tinggi
Sekolah Rakyat Palaran dirancang sebagai fasilitas pendidikan terintegrasi dengan konsep asrama modern.
Asli menyebut sekolah ini akan dilengkapi dapur umum, keran air panas-dingin, serta laptop untuk siswa.
Baca juga: Pesan Mensos Gus Ipul Soal Sekolah Rakyat di Kaltim: Jangan Sampai Ada Titipan dan Kongkalikong
“Sekolah ini betul-betul hebat, diurus dan modalnya besar. Istilahnya memanusiakan manusia. Supaya anak-anak bisa menikmati sekolah yang berstandar,” ujarnya.
| 5 Fakta Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Samarinda, Target Groundbreaking |
|
|---|
| Sekolah Rakyat Permanen Samarinda di Palaran Siap Dibangun, Kemensos Siapkan Anggaran Rp253,9 Miliar |
|
|---|
| Siswa Terpaksa Mandi ke Masjid, Sekolah Rakyat 58 Samarinda Kesulitan Air Bersih |
|
|---|
| Krisis Air Bersih Landa Sekolah Rakyat 58 Samarinda, Siswa dan Guru Terpaksa Mandi ke Masjid |
|
|---|
| Setiap Kabupaten/Kota di Kaltim Diproyeksikan Miliki 1 Sekolah Rakyat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251110_Kepala-Dinas-Pendidikan-dan-Kebudayaan-Disdikbud-Samarinda-Asli-Nuryadin.jpg)