Kamis, 21 Mei 2026

Siswa di PPU Keracunan

Puluhan Siswa di Waru Sakit Perut dan Lemas Usai Santap MBG, Respons Wabup PPU

Puluhan siswa SD hingga SMA di Kecamatan Waru, PPU, mengalami keluhan sakit perut usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tayang:
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Miftah Aulia Anggraini
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
CEK KONDISI SISWA - Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin langsung mengecek kondisi puluhan siswa SD dan SMA di Kecamatan Waru yang dilarikan ke Puskesmas setelah menyantap menu MBG dari SPPG Waru, Rabu (11/2/2026). Beberapa siswa terlihat lemas dan mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Waru, termasuk pemasangan selang oksigen dan infus. (TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU) 
Ringkasan Berita:
  • Puluhan siswa di Waru mengalami sakit perut dan dirawat di Puskesmas usai konsumsi menu MBG.
  • Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin meminta Satgas dan SPPG segera melakukan evaluasi menyeluruh.
  • Menu tambahan seperti puding menjadi fokus awal penyelidikan, rapat evaluasi dijadwalkan Kamis (12/2/2026).

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM – Puluhan siswa dari SD hingga SMA di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mengalami keluhan sakit perut setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Waru pada Rabu (11/2/2026).

Beberapa siswa terlihat lemas dan mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Waru, termasuk pemasangan selang oksigen dan infus.

Orang tua serta guru pun mendampingi proses penanganan medis.

Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, langsung meninjau kondisi para siswa di Puskesmas Waru.

Baca juga: BREAKING NEWS: Diduga Usai Konsumsi Menu MBG, Puluhan Siswa di Waru PPU Dilarikan ke Puskesmas

Ia menyampaikan, seluruh siswa telah tertangani dengan baik oleh tenaga medis, namun kejadian ini perlu mendapat evaluasi menyeluruh.

“Alhamdulillah semua sudah tertangani dengan baik oleh dokter dan perawat,” ungkap Abdul Waris Muin, Rabu (11/2/2026).

Ia menambahkan, pihaknya akan meminta langkah konkret dari Satgas MBG dan SPPG, untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

“Besok, saya minta kepada ketua Satgas dan koordinator MBG serta pihak SPPG agar diadakan pertemuan atau rapat untuk mengevaluasi semua insiden ini," tegasnya.

Baca juga: Persiapan MBG di PPU, Satu Dapur Dapat Anggaran Rp10 Miliar

Ia menjelaskan, indikasi keracunan ini tidak bisa dianggap sepele, terlebih karena langsung menyentuh anak-anak.

SPPG Waru yang baru beroperasi pada 2 Februari 2026, melayani ribuan peserta didik di tiga satuan pendidikan di Kecamatan Waru.

Salah satu menu tambahan yang dikonsumsi pada hari kejadian adalah puding, yang menjadi fokus awal penyelidikan pihak terkait.

Pihak sekolah dan SPPG dijadwalkan mengikuti rapat evaluasi pada Kamis (12/2/2026) untuk meninjau prosedur penyajian MBG, keamanan makanan, serta sistem pengawasan kualitas menu.

"Besok saya minta ada evaluasi termasuk adanya anak sekolah SD hingga SMA yang terindikasi keracunan menu tambahan MBG,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved