Senin, 11 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

19 Titik di Samarinda Tergenang Banjir, Ketinggian Air di Perumahan Rapak Binuang Capai 1 Meter

Hujan dengan intensitas cukup tinggi 19 titik di Kota Samarinda, Kalimantan Timur tergenang banjir

Tayang:
Editor: Nur Pratama
TribunKaltim.co
SAMARINDA BANJIR - Banjir yang terlihat di Jalan HM Rifaddin Loa Janan Ilir. Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur sejak dini hari, Sabtu, (21/2/ 2026), menyebabkan genangan air di sedikitnya 19 titik di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur sejak dini hari, Sabtu, (21/2/ 2026), menyebabkan genangan air di sedikitnya 19 titik di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda mencatatkan ketinggian air bervariasi, bahkan mencapai hampir satu meter di kawasan Perumahan Rapak Binuang, Kelurahan Sempaja Selatan.

Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso mengatakan berdasarkan pantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), hujan mulai terjadi sekitar pukul 03.00 Wita dan diang hari masih berlangsung dalam intensitas gerimis.

Baca juga: Curi Uang dan 39 Bungkus Rokok di Samarinda, Pria 40 Tahun Ditangkap Polisi

“Dari hasil pemantauan, terdapat sekitar 19 titik genangan yang cukup dalam. Lokasinya tersebar di wilayah Samarinda Utara, Samarinda Ulu, dan sebagian Samarinda Ilir,” ucapnya diwawancarai. 

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga telah diterjunkan ke lapangan untuk memantau kondisi dan melakukan asesmen di lokasi terdampak.

Suwarso menjelaskan, ketinggian genangan di sejumlah titik bervariasi antara 20 sentimeter hingga hampir 100 sentimeter. Titik terdalam berada di kawasan Perumahan Rapak Binuang.

“Namun saat ini kondisinya sudah mulai surut secara bertahap. Dalam dua jam terakhir penurunannya cukup signifikan,” jelasnya.

Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, curah hujan di wilayah Samarinda tercatat mencapai sekitar 74 milimeter.

Selain faktor hujan, genangan di Rapak Binuang juga dipengaruhi aliran air kiriman dari kawasan hulu seperti AWS, Batu Cermin, dan Batu Besar. Di sisi lain, perubahan fungsi lahan yang sebelumnya merupakan area resapan air serta sistem drainase di Jalan PM Noor yang belum berfungsi optimal turut memperparah kondisi.

"Untuk itu kami coba melakukan mitigasi ya nanti akan komunikasi dengan PUPR untuk tindakan lanjutan beberapa titik yang ada kenangan air," ujarnya.

Sementara itu, hingga saat ini BPBD belum menerima laporan kejadian bencana lain seperti pohon tumbang maupun tanah longsor. Meski demikian, pemantauan terus dilakukan oleh tim TRC dan Pusdalops.

Suwarso mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah yang selama ini rawan banjir.

Warga diminta memperhatikan keselamatan saat beraktivitas, mengamankan barang-barang penting serta instalasi listrik, dan menyiapkan lokasi evakuasi yang aman jika ketinggian air kembali meningkat.

"Dan yang paling penting cari titik evakuasi yang paling aman," imbuhnya. (*)

Penulis : Muhammad Farikhin

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved