Ibu Kota Negara
Lonceng Didatangkan dari Belanda, Basilika Nusantara IKN Dioperasikan Serba Digital
Berbeda dari gereja konvensional, basilika ini mengintegrasikan konsep smart city ke dalam sistem liturginya.
Mei Mumpuni menggunakan patokan angka kemerdekaan Indonesia, 17, 8, dan 45, pada setiap ukuran penting bangunan, mulai dari tinggi Menara Lonceng hingga dimensi Altar.
Ini adalah pernyataan politik-arsitektural bahwa iman Katolik di IKN berakar kuat pada identitas kebangsaan yang mandiri.
Baca juga: Profil Irjen Edgar Diponegoro, Perwira Aktif Polri Jadi Stafsus Keamanan Otorita IKN
Investasi Strategis dan Simbol Sejarah
Proyek ambisius yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ini menelan anggaran APBN sebesar Rp 704,9 miliar.
Berdiri di atas lahan seluas 2.023 hektar di Kawasan Peribadatan IKN, kompleks ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan fasilitas pastoral komprehensif yang mencakup:
Gedung Gereja Empat Lantai: Seluas 8.586 meter persegi dengan kapasitas hingga 1.600 jemaat.
Wisma Uskup: Bangunan tiga lantai dengan 43 kamar untuk akomodasi pimpinan gereja dari seluruh Indonesia.
Interior Historis: Ruangan dihiasi ornamen buah pala dan tenun Banda, merujuk pada jejak misi pertama Santo Fransiskus Xaverius di Ambon, Maluku.
Menanti Ketuk Palu Vatikan
Di tengah progres fisik yang mendekati 100 persen, ada satu hal yang masih dikejar: restu dari Takhta Suci Vatikan.
Status "Basilika" bukanlah gelar sembarangan, melainkan gelar kehormatan kanonik yang memerlukan verifikasi ketat.
Sekretaris Eksekutif Komisi Liturgi KWI, Riston Situmorang OSC, menjelaskan bahwa penetapan status ini memerlukan prosedur resmi yang hanya bisa difinalisasi setelah bangunan tuntas secara fisik dan fungsi.
"Status ini merupakan gelar kehormatan yang memerlukan verifikasi ketat, termasuk penyelesaian tuntas konstruksi bangunan terlebih dahulu," jelas Riston.
Baca juga: Otorita IKN Ajak Warga Salat Tarawih dan Idul Fitri di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara
Pemerintah dan KWI kini berpacu dengan waktu. Mei 2026 akan menjadi pembuktian besar saat Basilika ini dijadwalkan menjadi tuan rumah Sidang Tahunan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Kehadiran para uskup dari seluruh penjuru Tanah Air akan menjadi proklamasi bahwa di IKN, eksistensi iman dan pembangunan peradaban baru Indonesia berjalan beriringan, seirama dengan dentang lonceng digital yang bergema di tengah rimba Nusantara.
Sumber: https://ikn.kompas.com/read/2026/02/20/040000687/canggih-elemen-liturgi-basilika-nusantara-ikn-dioperasikan-secara-digital?page=all#page2.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260216_basilika.jpg)