Selasa, 14 April 2026

Ibu Kota Negara

Lonceng Didatangkan dari Belanda, Basilika Nusantara IKN Dioperasikan Serba Digital

Berbeda dari gereja konvensional, basilika ini mengintegrasikan konsep smart city ke dalam sistem liturginya.

Editor: Heriani AM
Tangkapan Layar Instagram @kaltimfolks
VIRAL GEREJA IKN - Tangkapan layar Instagram @kaltimfolks. Siluet megah Basilika Santo Fransiskus Xaverius berpendar di tengah rimba Kalimantan Timur, menjadi salah satu ikon spiritual baru di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).  

Mei Mumpuni menggunakan patokan angka kemerdekaan Indonesia, 17, 8, dan 45, pada setiap ukuran penting bangunan, mulai dari tinggi Menara Lonceng hingga dimensi Altar.

Ini adalah pernyataan politik-arsitektural bahwa iman Katolik di IKN berakar kuat pada identitas kebangsaan yang mandiri.

Baca juga: Profil Irjen Edgar Diponegoro, Perwira Aktif Polri Jadi Stafsus Keamanan Otorita IKN

Investasi Strategis dan Simbol Sejarah 

Proyek ambisius yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ini menelan anggaran APBN sebesar Rp 704,9 miliar. 

Berdiri di atas lahan seluas 2.023 hektar di Kawasan Peribadatan IKN, kompleks ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan fasilitas pastoral komprehensif yang mencakup:

Gedung Gereja Empat Lantai: Seluas 8.586 meter persegi dengan kapasitas hingga 1.600 jemaat.

Wisma Uskup: Bangunan tiga lantai dengan 43 kamar untuk akomodasi pimpinan gereja dari seluruh Indonesia.

Interior Historis: Ruangan dihiasi ornamen buah pala dan tenun Banda, merujuk pada jejak misi pertama Santo Fransiskus Xaverius di Ambon, Maluku.

Menanti Ketuk Palu Vatikan

Di tengah progres fisik yang mendekati 100 persen, ada satu hal yang masih dikejar: restu dari Takhta Suci Vatikan.

Status "Basilika" bukanlah gelar sembarangan, melainkan gelar kehormatan kanonik yang memerlukan verifikasi ketat.

Sekretaris Eksekutif Komisi Liturgi KWI, Riston Situmorang OSC, menjelaskan bahwa penetapan status ini memerlukan prosedur resmi yang hanya bisa difinalisasi setelah bangunan tuntas secara fisik dan fungsi.

"Status ini merupakan gelar kehormatan yang memerlukan verifikasi ketat, termasuk penyelesaian tuntas konstruksi bangunan terlebih dahulu," jelas Riston.

Baca juga: Otorita IKN Ajak Warga Salat Tarawih dan Idul Fitri di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara

Pemerintah dan KWI kini berpacu dengan waktu. Mei 2026 akan menjadi pembuktian besar saat Basilika ini dijadwalkan menjadi tuan rumah Sidang Tahunan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Kehadiran para uskup dari seluruh penjuru Tanah Air akan menjadi proklamasi bahwa di IKN, eksistensi iman dan pembangunan peradaban baru Indonesia berjalan beriringan, seirama dengan dentang lonceng digital yang bergema di tengah rimba Nusantara.

Sumber: https://ikn.kompas.com/read/2026/02/20/040000687/canggih-elemen-liturgi-basilika-nusantara-ikn-dioperasikan-secara-digital?page=all#page2.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved