Selasa, 19 Mei 2026

Berita Paser Terkini

Dua SPBN di Tana Paser Bantu 3.000 Nelayan Akses BBM

Dua SPBN di Desa Lori dan Pondong Baru mulai membantu lebih dari 3.000 nelayan di Tana Paser mendapatkan akses BBM.

Tayang:
HO/DINAS PERIKANAN PASER
KEBUTUHAN NELAYAN - Pengukuran kapal nelayan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Paser di Desa Tanjung Aru dan Selengot, Kecamatan Tanjung Harapan. Masyarakat nelayan butuh tambahan kuota BBM untuk melaut. (HO/DINAS PERIKANAN PASER) 
Ringkasan Berita:
  • Dua SPBN di Tana Paser bantu nelayan atasi kesulitan BBM untuk melaut.
  • Lebih dari 3.000 nelayan mulai merasakan dampaknya, terutama di Lori dan Pondong Baru.
  • Pemkab Paser dorong penambahan titik SPBN karena wilayah pesisir cukup luas.

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Kehadiran dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur mulai membawa perubahan bagi lebih dari 3.000 nelayan yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk melaut.

SPBN yang berdiri di Desa Lori, Kecamatan Tanjung Harapan dan Desa Pondong Baru kini menjadi titik vital distribusi BBM bagi nelayan di wilayah Bumi Daya Taka.

Meski belum sepenuhnya menjawab seluruh kebutuhan, keberadaan dua fasilitas ini dinilai mampu mengurangi keluhan yang selama ini mengemuka.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Paser, Rudiansyah, mengakui sebelum adanya SPBN, akses BBM menjadi persoalan utama bagi nelayan.

Baca juga: Nelayan Paser akan Mudah Raih BBM Subsidi, Syaratnya Ada Surat Tanda Kebangsaan Kapal 

"Kalau dulu BBM itu menjadi masalah sebelum adanya SPBN, karena nelayan kesulitan mendapat pasokan minyak untuk melaut," terang Rudiansyah, Minggu (22/2/2026).

SPBN pertama di Desa Lori disebut telah langsung dirasakan manfaatnya oleh nelayan setempat.

Kemudian, tambahan SPBN di Pondong Baru semakin memperkuat distribusi BBM di wilayah pesisir Paser.

"Alhamdulillah pertama kali SPBN di Desa Lori dampaknya sudah dirasakan oleh nelayan, kemudian ditambah lagi dengan SPBN yang di Desa Pondong Baru. Ini tentu sangat membantu nelayan kita," tambahnya.

Baca juga: Harga BBM Naik, Seorang Nelayan di Paser Nekat Jalankan Bisnis Sabu

Dengan dua titik tersebut, sebagian besar keluhan nelayan terkait BBM mulai teratasi.

Namun, jumlah nelayan Paser yang mencapai lebih dari 3.000 orang membuat kebutuhan BBM belum sepenuhnya dapat dipenuhi.

"Keluhan-keluhan yang dulunya dirasakan nelayan terkait BBM, memang sudah mulai teratasi. Cuman, kehadiran kedua SPBN itu belum sepenuhnya bisa mengakomodir seluruh nelayan di Paser," ungkap Rudiansyah.

Secara geografis, wilayah Kabupaten Paser membentang cukup luas dari utara hingga selatan, sementara SPBN baru tersedia di dua lokasi.

Baca juga: Ratusan Kapal Nelayan di Paser Sudah Miliki Pas Kecil, Pemkab Usulkan Pengukuran Sebanyak-banyaknya

"Secara clear belum, karena luasan kita dari ujung utara ke selatan, sementara titiknya hanya di Pondong dan Lori. Harapan kita dari dinas, titik-titik lain juga bisa hadir sesuai syarat oleh pengembang sehingga akses untuk nelayan kita semakin luas," pungkas Rudiansyah.

Ke depan, Dinas Perikanan Paser berharap penambahan titik SPBN dapat direalisasikan agar distribusi BBM lebih merata dan aktivitas melaut nelayan tidak lagi terkendala pasokan bahan bakar. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved