Berita Samarinda Terkini
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Jelaskan Program Gratispol, Perbandingannya dengan BKT era Isran-Hadi
Gratispol yang menjadi program andalan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) era Rudy Mas'ud-Seno Aji, terus menjadi sorotan.
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Christoper Desmawangga
TRIBUNKALTIM.CO - Gratispol yang merupakan program andalan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) era Rudy Mas'ud-Seno Aji, terus menjadi sorotan.
Belum lama ini, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Senin (23/2/2026).
Aksi tersebut menjadi momentum evaluasi satu tahun program Pemerintah Provinsi Kaltim 2026 di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas'ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Baca juga: Gratispol–Jospol Tak Ada di Laporan Reses Golkar-Gerindra, Pengamat: Mestinya Terdepan Mengevaluasi
Salah satu isu yang disorot mahasiswa adalah program pendidikan gratis atau Gratispol.
Mereka meminta transparansi terkait penerima program, menyusul adanya laporan mahasiswa yang tidak lolos meski dinilai telah memenuhi syarat administrasi.
Menanggapi hal tersebut, Rudy Mas’ud turun langsung menemui mahasiswa dan membuka dialog di lokasi aksi.
Ia memulai dengan mengajak mahasiswa melihat data secara objektif.
Baca juga: Hadapi Demo Mahasiswa Kaltim, Gubernur Rudy Masud Jawab soal Dinasti Politik hingga Gratispol
“Adik-adik semua, ada yang punya data berapa jumlah mahasiswa yang sudah mendapatkan manfaat Beasiswa Kaltim atau Gratispol?” tanya Rudy di hadapan peserta aksi.
Perbandingan Gratispol vs BKT
Dalam pemaparannya, Rudy membandingkan capaian Gratispol dengan program Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) pada era Isran Noor dan Hadi Mulyadi.
Berdasarkan data Pemprov Kaltim, program Gratispol 2025 yang baru berjalan setengah tahun anggaran telah menjangkau 24.890 mahasiswa.
Baca juga: Rudy Masud Beber Alasan Beasiswa Gratispol Tak Bisa Cover Semua UKT Mahasiswa
Sementara itu, dalam periode 2019-2023, program BKT selama lima tahun menyalurkan Rp1,01 triliun kepada 69.631 mahasiswa.
Rinciannya, BKT Tuntas sebanyak 25.358 penerima dengan anggaran Rp743,6 miliar dan BKT Stimulan sebanyak 44.273 penerima dengan anggaran Rp268,6 miliar.
Untuk tahun 2026, Pemprov Kaltim menargetkan 158.981 mahasiswa menerima bantuan Gratispol dengan total anggaran Rp1,38 triliun.
Terdiri dari 149.307 mahasiswa S1 (Rp1,18 triliun), 7.449 mahasiswa S2–S3 (Rp133,6 miliar), 892 mahasiswa luar Kaltim, 133 mahasiswa luar negeri, serta 1.200 penerima Gratispol khusus.
Baca juga: Gubernur Rudy Masud Blak-blakan Bandingkan Gratispol dan Kaltim Tuntas di Depan Ratusan Mahasiswa
“Semua mahasiswa Kaltim yang memiliki KTP dan berdomisili minimal tiga tahun berhak mendapatkan bantuan ini,” tegas Rudy.
| Tidak Ada Lonjakan Signifikan Pertumbuhan Penduduk di Samarinda Usai Idul Fitri |
|
|---|
| Pemkot Samarinda Finalisasi WFH ASN, Fokus Efisiensi Energi dan Pengurangan Emisi |
|
|---|
| 42 Pelajar Lolos Seleksi Awal Paskibraka Samarinda 2026, Bersiap Tes Intelegensi |
|
|---|
| Ubah Sampah Jadi Listrik, Samarinda Kekurangan 340 Ton Sampah, Jalin Kerjasama dengan Kukar |
|
|---|
| Kasus Dana Hibah KONI Samarinda, Pembelaan Terdakwa: Bukan Niat Korupsi, Hanya Salah Tafsir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260223_Rudy-Masud-saat-duduk-bersama-dengan-mahasiswa.jpg)