Berita Paser Terkini
BPS: Ketergantungan Tambang di Paser Turun Jadi 54 Persen
Kontribusi sektor pertambangan di Paser turun menjadi sekitar 54 persen, dari sebelumnya mencapai 60–70 persen.
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Kontribusi sektor pertambangan di Paser turun menjadi sekitar 54 persen, dari sebelumnya mencapai 60–70 persen.
- Sektor pertanian, kehutanan, perikanan, dan industri pengolahan tumbuh lebih dari 3 persen dalam periode 2024–2025.
- BPS Paser akan menggelar Sensus Ekonomi 2026 untuk memetakan potensi usaha, termasuk pelaku bisnis digital di media sosial.
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Struktur ekonomi Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, mulai menunjukkan perubahan signifikan setelah ketergantungan terhadap sektor pertambangan yang selama ini mendominasi perlahan mulai berkurang.
Perubahan itu dapat terlihat seiring dengan berkembangnya sektor-sektor lain seperti pertanian, kehutanan, perikanan, dan industri pengolahan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser, Bayu Agung Prasetio, menyampaikan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya sektor pertambangan menyumbang sekitar 60 hingga 70 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Paser.
"Tahun lalu kontribusinya itu menurun menjadi sekitar 54 persen. Penurunan ini sekaligus menandakan adanya pergeseran dan diversifikasi ekonomi di daerah," terang Bayu, Kamis (5/3/2026).
Baca juga: 20 Hektar Lahan Eks Tambang di Paser akan Dimanfaatkan untuk Budidaya Tanaman Jagung
Sementara di sisi lain, sektor pertanian, kehutanan, perikanan, serta industri pengolahan mengalami pertumbuhan lebih dari 3 persen dalam kurun waktu 2024 hingga 2025.
"Ini sejalan dengan visi Bupati agar Paser tidak lagi bergantung pada sektor pertambangan. Transformasi ekonomi ini akan membuat Paser lebih tangguh dan tidak semata-mata bergantung pada sumber daya alam," tambahnya.
Meski terjadi penurunan kontribusi sektor pertambangan, Bayu menilai Kabupaten Paser tetap mampu menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Paser pada tahun 2025 tercatat 3,61 persen di tengah gejolak efisiensi dan fluktuasi harga komoditas.
Baca juga: Lahan Eks Tambang di Paser Disulap Jadi Sentra Jagung, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional
"Kalau dibandingkan dengan daerah lain tahun lalu, Paser termasuk daerah yang mampu menjaga pertumbuhan ekonominya," tegasnya.
Bayu menambahkan, pihaknya telah melaporkan ke Bupati Paser perihal rencana dari BPS untuk melakukan sensus ekonomi tahun 2026.
Sensus tersebut dijadwalkan dimulai pada bulan Mei dan akan menyasar seluruh pelaku usaha, termasuk usaha rumah tangga.
"Kami ingin melihat sektor-sektor ekonomi tersembunyi. Saat ini dunia usaha bergerak masif, banyak pelaku usaha memasarkan produknya melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram. Bahkan ada yang tampak sederhana namun memiliki pendapatan tinggi," ulas Bayu.
Baca juga: Dorong Ranperda Lingkungan yang Kuat, Pansus P3LH Serap Praktik Reklamasi PT Kideco
Ia menegaskan, dukungan dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan sensus ekonomi tersebut.
"Kami minta dukungan bupati agar sensus berjalan lancar. Tujuannya untuk mengetahui seberapa kuat pondasi transformasi ekonomi di Paser. Alhamdulillah, Bupati menyambut baik dan siap mendukung penuh," ungkapnya.
Selain itu, Bayu turut menyampaikan keinginan dan harapan dari Bupati Paser agar koordinasi antara BPS dan Pemkab Paser terus terjalin erat.
Dengan demikian, segala permasalahan di lapangan dapat diselesaikan bersama dan menghasilkan data yang akurat untuk mendukung kebijakan pembangunan.
"Bupati menginginkan agar koordinasi ini menghasilkan sesuatu yang baik bagi Paser. Pada akhirnya, semua upaya ini diharapkan dapat mewujudkan Paser TUNTAS, sesuai dengan visi pembangunan daerah," pungkasnya. (*)
| Fenomena El Nino Ekstrem Diprediksi Melanda Kaltim, Paser Siaga Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan |
|
|---|
| Proses Balik Nama Kendaraan Dipermudah, Polres Paser Ingatkan Warga Tertib Administrasi |
|
|---|
| WFH ASN Paser Belum Merata, Wabup Temukan Sejumlah OPD Masih WFO |
|
|---|
| Bapenda Paser Fokus pada Penetapan Pajak, Identifikasi Kendaraan Ditangani Polisi |
|
|---|
| Kunjungan Tahura Lati Petangis Naik 5.469 Wisatawan Saat Lebaran 2026, PAD Paser Ikut Meningkat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250119_aktivitas-alat-berat-di-area-pertambangan-batu-bara.jpg)