Rabu, 15 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Aktivitas Dapur Meningkat Selama Ramadhan, Disdamkar Samarinda Ingatkan Warga Waspada Kebakaran

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kebakaran

TRIBUN KALTIM/Mohammad Fairoussaniy
ANTISIPASI KEBAKARAN – Petugas Disdamkar Samarinda memberikan edukasi pencegahan kebakaran kepada warga guna mengantisipasi meningkatnya aktivitas dapur selama bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri, Minggu (8/3/2026). Berdasarkan data, kasus kebakaran di Samarinda pada periode Ramadan dua tahun terakhir mencapai puluhan kejadian, dengan pemicu utama korsleting listrik dan kelalaian memasak. (TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kebakaran yang kerap meningkat selama bulan suci Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Warga diminta tidak lengah, terutama saat beraktivitas di dapur.

Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan Disdamkar Samarinda, Akhmad Suprianto, mengungkapkan bahwa berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya, angka kejadian kebakaran di Samarinda pada periode Ramadan cukup menyita perhatian.

Statistik Kebakaran di Samarinda (Periode Ramadan, tahun 2024 ada 23 kejadian, kemudian tahun 2025 terdapat 18 Kejadian.

"Semoga tahun ini dengan berbagai upaya pencegahan, angka kejadian kebakaran bisa semakin ditekan," harap Suprianto, Minggu (8/3/2026).

Baca juga: Sekda Mahakam Ulu Kaltim Ingatkan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Berdasarkan evaluasi lapangan, terdapat dua pemicu utama amukan si jago merah di Samarinda. Faktor terbesar adalah arus pendek listrik (korsleting) yang mendominasi lebih dari 60 persen kasus.

Faktor kedua adalah kelalaian saat memasak, terutama pada jam rawan seperti waktu sahur dan menjelang berbuka.

"Aktivitas memasak meningkat pesat. Kadang karena kelelahan, fokus berkurang bahkan ada yang sampai tertidur saat kompor masih menyala. Ini sangat berbahaya," jelasnya.

Guna menjaga response time, Disdamkar telah menyiagakan armada di 11 posko yang tersebar di seluruh wilayah Samarinda. Setiap posko dijaga oleh tiga regu yang bersiaga penuh 24 jam secara bergantian.

Tips Aman dari Disdamkar Samarinda:

  1. Hindari penggunaan colokan listrik bertumpuk secara berlebihan.

2. Pastikan regulator dan selang LPG standar dan tidak bocor.

3. Miliki APAR di rumah atau siapkan karung basah untuk penanganan awal.

4. Pastikan kompor mati total sebelum beristirahat atau meninggalkan rumah.

Baca juga: DPRD Kutim Sahkan Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran

Suprianto juga mengingatkan warga untuk segera melapor melalui kontak WhatsApp 0812-5525-133 jika melihat potensi bahaya.

Layanan ini mencakup pemadaman hingga aksi penyelamatan (rescue) non-kebakaran seperti evakuasi ular atau hewan liar lainnya secara gratis 100 persen. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved