Berita Bontang Terkini
Satpol PP Bontang Temukan Manipulasi Data Tamu Hotel Saat Ramadan 2026
Satpol PP Kota Bontang menggelar razia gabungan di hotel dan penginapan selama Ramadan 2026.
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Satpol PP Bontang kembali menggelar razia gabungan di sejumlah hotel dan penginapan selama bulan Ramadan 2026, Senin (9/3/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.
Dalam operasi ini, petugas menemukan dugaan manipulasi data tamu yang dilakukan pengelola.
Plt Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Bontang, Irwan Febrayana, menjelaskan, saat melakukan pemeriksaan di salah satu penginapan di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Api-Api, petugas menemukan perbedaan antara data tamu yang dilaporkan pihak hotel dengan kondisi di lapangan.
Menurut Irwan, resepsionis awalnya melaporkan hanya ada dua tamu yang menginap.
Baca juga: Satpol PP Bontang Temukan 5 Pelajar Nongkrong Malam Hari, Terapkan Program Wajib Belajar
Namun setelah dilakukan pengecekan, ternyata ada empat kamar yang terisi.
"Dugaannya sengaja memanipulasi data tamu menginap," kata Irwan saat dihubungi Tribunkaltim.co, Selasa (10/3/2026).
Selain ketidaksesuaian data tamu, petugas juga mendapati seorang tamu perempuan yang tidak membawa kartu identitas.
Kepada petugas, ia mengaku datang bersama pasangan suami-istri. Meski demikian, petugas tetap melakukan pendataan.
Baca juga: Hasil Razia Satpol PP Bontang, Jaring Pasangan tak Sah hingga Ada Balita di Kamar Penginapan
“Untuk pengunjung yang tidak membawa KTP, kami lakukan pendataan dan kami ingatkan agar selalu membawa identitas,” kata Irwan.
Menurut Irwan, pendataan tamu menjadi hal penting untuk memastikan aktivitas di penginapan tetap tertib serta mencegah potensi pelanggaran.
Ia menegaskan pihaknya akan memberikan imbauan kepada pengelola hotel agar lebih disiplin dalam mencatat data setiap tamu yang menginap.
“Kami akan memberikan surat imbauan dan surat pernyataan kepada pemilik hotel agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap tamu serta mencatat setiap pengunjung yang masuk,” tegasnya.
Irwan menilai ketidaksinkronan data sering terjadi karena pergantian petugas resepsionis saat shift kerja.
Baca juga: Satpol PP Bontang Bongkar Paksa Kafe di Area Masjid Terapung Lok Tuan
“Alasan yang sering disampaikan karena ada pergantian shift, sehingga tidak mengetahui secara pasti tamu yang masuk. Ini yang kami minta untuk diperbaiki,” katanya.
Dalam razia tersebut, petugas juga melakukan tes urine terhadap sejumlah tamu hotel.
Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di tempat penginapan. (*)
| Pemkot Bontang Alami Defisit Anggaran Rp150 Miliar, Banyak Program Dicoret |
|
|---|
| Eksepsi Ditolak, Sidang Korupsi Eks Plt Kadishub Bontang Berlanjut ke Pembuktian |
|
|---|
| Mantan Honorer Diskop-UKMPP Bontang Jadi Tersangka Proyek Fiktif, Korban Dua Orang |
|
|---|
| Bontang Dapat Tambahan 2.000 Sambungan Jargas, Target Terpasang 2026 |
|
|---|
| Berbeda dengan Pusat, ASN Bontang WFH Tiap Rabu, Dilarang ke Kafe dan Mal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260310_Dua-orang-tamu-penginapan-di-Bontang-dimintai-menunjukkan-KTP-oleh-petugas-razia.jpg)