Jumat, 1 Mei 2026

Berita Kukar Terkini

Harga Daging Sapi di Pasar Mangkurawang Kukar Mulai Naik, Sekarang Sudah Rp170.000 Per Kg

Mendekati Hari Raya Idulfitri, harga daging sapi di Pasar Mangkurawang, Tenggarong, Kutai Kartanegara, mulai merangkak naik

Tayang:
TRIBUN KALTIM/Patrick Vallery Sianturi
STOK TERBATAS - Pedagang daging sapi di Pasar Mangkurawang, Tenggarong, Nasirudin, saat melayani pembeli, Selasa (17/3/2026). Saat ini harga daging sapi lokal kualitas terbaik naik menjadi Rp170.000 per kilogram dan diprediksi akan terus meningkat hingga menjelang Hari Raya Idulfitri. (TRIBUNKALTIM.CO/PATRICK VALLERY SIANTURI) 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG – Mendekati Hari Raya Idulfitri, harga daging sapi di Pasar Mangkurawang, Tenggarong, Kutai Kartanegara, mulai merangkak naik.

Kenaikan ini dipicu oleh melonjaknya permintaan masyarakat yang tidak dibarengi dengan ketersediaan pasokan yang stabil.

Salah satu pedagang daging, Nasirudin, mengungkapkan bahwa harga daging sapi lokal kualitas premium saat ini sudah menyentuh angka Rp170.000 per kilogram.

Harga ini naik sebesar Rp5.000 dari harga normal sebelumnya yang berada di kisaran Rp165.000 per kilogram.

“Sekarang untuk kualitas terbaik sudah Rp170 ribu per kilo, sebelumnya masih Rp165 ribu,” ungkapnya kepada TribunKaltim.co, Selasa (17/3/2026).

Baca juga: Jelang Idulfitri, Harga Daging Sapi di PPU Rp70 Ribu Hingga Rp150 Ribu Per Kilogram

Nasirudin menjelaskan bahwa fluktuasi harga sangat bergantung pada ketersediaan stok di tingkat pengepul.

Ia memprediksi tren kenaikan ini akan terus berlanjut hingga H-1 Lebaran, saat kebutuhan warga mencapai puncaknya.

Sementara itu, untuk daging sapi kualitas menengah, pedagang mematok harga di kisaran Rp150.000 per kilogram.

Meski harga terus mendaki, antusiasme pembeli terpantau tetap stabil.

Daging sapi seolah menjadi kebutuhan wajib bagi warga untuk hidangan hari raya, meski sebagian konsumen mulai mengeluhkan kondisi tersebut.

Baca juga: Harga Daging dan Cabai Rawit di PPU Mulai Naik, Disperindag Pantau Pasar

“Pembeli masih ada saja, tidak turun drastis. Hanya saja memang banyak yang mengeluh karena harganya terus naik,” pungkas Nasirudin. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved