Berita Samarinda Terkini
Ganjar Pranowo Ingatkan Ancaman Pembungkaman Kritik di Seminar UMKT Samarinda
Ganjar Pranowo ingatkan mahasiswa agar tetap kritis di tengah ancaman pembungkaman suara dalam demokrasi
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- Ganjar soroti ancaman pembungkaman kritik dalam demokrasi.
- Mahasiswa diingatkan tetap berani bersuara dan berbasis data.
- Pemuda dinilai sebagai penggerak perubahan dan penjaga moral publik.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ancaman terhadap kebebasan berpendapat dan menyempitnya ruang kritik menjadi perhatian utama dalam Seminar Nasional bertajuk “Menjaga Akal Sehat Bangsa: Suara, Peran dan Aksi Pemuda dalam Demokrasi” yang digelar di Kampus Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Samarinda, Rabu (15/4/2026).
Dalam forum yang dihadiri sekitar 600 peserta tersebut, Ganjar Pranowo secara lugas mengingatkan generasi muda agar tidak kehilangan keberanian bersuara di tengah dinamika demokrasi saat ini.
Soroti Pembungkaman Suara Kritis
Ganjar menilai terdapat kecemasan yang berkembang terkait posisi pemuda dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, terutama ketika suara kritis mulai terasa ditekan.
Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan sejarah panjang kontribusi pemuda dalam perjalanan bangsa, mulai dari era kebangkitan nasional hingga reformasi 1998.
“Sejak Budi Utomo, kemudian ada Sumpah Pemuda, ada peran pemuda. Bahkan pada saat terakhir diceritakan reformasi 98. Tapi kok rasa-rasanya hari ini suara-suara kritis mulai dibungkam,” ujarnya.
Baca juga: Viral Video Testimoni Gratispol di Sekolah, Ini Klarifikasi Disdikbud Kaltim
Demokrasi Bisa Runtuh dari Dalam
Dalam paparannya, Ganjar menegaskan bahwa proses demokrasi melalui pemilu tidak selalu menghasilkan pemimpin yang demokratis.
Ia mengutip konsep dalam buku How Democracies Die untuk menggambarkan bagaimana demokrasi bisa runtuh dari dalam, meski prosedur formal tetap berjalan.
“Tidak semua hasil dari proses demokrasi yang judul pemilu itu selalu menghasilkan pemimpin yang demokratis. Proses pemilunya jalan, tapi setelah berkuasa, mereka membunuh demokrasi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan peserta untuk tidak hanya melihat peristiwa secara kasat mata, melainkan memahami konteks di baliknya.
“Bacalah dengan teliti. Bukan peristiwa dan waktunya, tapi di balik terjadinya peristiwa itu, apa sebenarnya yang terjadi,” lanjutnya.
Baca juga: Direktur Operasional Jadi Tersangka, Polisi Periksa 15 Saksi Ungkap Modus Kecurangan Minyakita
Dilema Mahasiswa, Diam atau Bergerak
Lebih jauh, Ganjar menyoroti dilema yang dihadapi mahasiswa saat ini, antara tetap kritis atau memilih diam demi kenyamanan.
Menurutnya, sikap kritis memiliki konsekuensi, termasuk potensi tekanan hingga upaya pembungkaman.
| Lupa Kunci Stang, Motor Honda Beat Warga Samarinda Raib Digasak Maling |
|
|---|
| Dishub Samarinda Siapkan Car Free Night dan Perluas Car Free Day untuk Hebat Energi |
|
|---|
| Andi Harun Ungkap Aspek Hukum dan Keberatannya Pemkot Samarinda Terkait JKN |
|
|---|
| Terungkap Profesi dan Identitas Mayat di Belakang GOR Unmul Samarinda, Ada Honda CBR 150 di TKP |
|
|---|
| 4 Fakta Mayat Ditemukan di Belakang GOR Unmul Samarinda: Temuan Polisi di TKP dan Identitas Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260415_Ganjar-Pranowo-di-UMKT-Samarinda.jpg)