Berita Samarinda Terkini
Antisipasi Kemarau, PDAM Samarinda Minta Warga Bijak Pakai Air
PDAM Samarinda meminta masyarakat untuk tidak boros dalam pemakaian air bersih.
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Menghadapi musim kemarau yang mulai membayangi, Perumda Tirta Kencana Samarinda atau PDAM Samarinda meminta masyarakat untuk tidak boros dalam pemakaian air bersih.
Warga Kota Samarinda diharapkan mulai mengatur pola konsumsi air sehari-hari agar ketersediaan tetap terjaga.
Hal ini disampaikan oleh Asisten Manager Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Haidir Fadli kepada TribunKaltim.co pada Jumat (17/4/2026).
Dia mengungkapkan bahwa kesadaran pelanggan dalam menghemat air sangat krusial saat ini.
Baca juga: Biaya Bahan Kimia Meningkat, Laba Bersih PDAM Samarinda Tahun 2025 Berpotensi Tertekan
Selain lebih hemat, warga juga disarankan memiliki tandon atau bak penampungan cadangan di rumah untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi penurunan debit.
“Hindari penggunaan air secara berlebihan, seperti untuk menyiram jalan atau mencuci kendaraan. Kami berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan air,” ucapnya.
Sejauh ini, kata Haidir, memastikan, pasokan air baku di Sungai Mahakam, Kota Samarinda masih mencukupi untuk kebutuhan produksi.
Operasional di belasan instalasi pengolahan yang tersebar di Samarinda pun terpantau masih berjalan normal tanpa gangguan berarti.
“Alhamdulillah, saat ini kami memiliki 18 instalasi pengolahan air (IPA) dan sejauh ini belum terdampak secara signifikan,” tuturnya.
Meski kondisi sekarang masih aman, Perumda Tirta Kencana tetap mewaspadai ancaman intrusi air laut ke hulu sungai jika kemarau berlangsung lama.
Masalah ini biasanya menghantui wilayah yang berada di bagian hilir atau dekat dengan muara, karena air asin bisa merusak kualitas air baku sehingga tidak layak untuk diolah.
Baca juga: PDAM Samarinda Bakal Punya Air Minum Kemasan Sendiri
“Kami berharap kondisi seperti tahun 1998 tidak berulang, di mana terjadi intrusi air laut di Sungai Mahakam. Jika kadar klorida melebihi 250 ppm, maka air tidak dapat diolah menjadi air bersih,” jelasnya.
Haidir menambahkan, jika intrusi tersebut benar-benar terjadi, dampaknya akan sangat terasa pada kualitas air dan kelancaran operasional di ujung jaringan distribusi.
Sebagai opsi terakhir jika air baku tidak lagi memadai untuk diproduksi secara maksimal, pihaknya terpaksa melakukan pengaturan jadwal distribusi.
“Jika terjadi kendala, kemungkinan besar kami akan memberlakukan sistem distribusi bergilir,” tambahnya.
| WFH Samarinda Hemat BBM hingga Rp70 Juta per Hari, Ini Hitungannya |
|
|---|
| Dishub Samarinda Wajibkan Seluruh Pegawai Tak Bawa Kendaraan BBM Setiap Hari Jumat |
|
|---|
| BMKG Samarinda Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Waspada Karhutla |
|
|---|
| Samarinda Graphic Memoir Exhibition 2026, Hadirkan 200 Karya dari 20 Kreator Asal Kota Tepian |
|
|---|
| Pemkot Samarinda Akui Kekeliruan Kontrak Sewa Defender, Andi Harun: Siap Hentikan dan Audit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/meteran-pdam-tana-tidung-kaltara.jpg)