Berita Samarinda Terkini
WFH Samarinda Capai Kepatuhan 99 Persen, Hemat BBM dan Turunkan Emisi
WFH Samarinda menunjukkan hasil positif, kepatuhan ASN hampir sempurna dan efisiensi energi meningkat
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Memasuki pekan kedua pelaksanaan WFH, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mencatat tingkat kepatuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hampir menyentuh angka sempurna.
Di saat yang sama, dampak efisiensi energi mulai terlihat lebih konkret dan terukur melalui sistem dashboard monitoring.
Walikota Samarinda, Andi Harun, mengungkapkan bahwa evaluasi terbaru menunjukkan capaian positif baik dari sisi disiplin pegawai maupun efektivitas kebijakan.
“Saya lihat dari seluruh perjalanan sejak kita menerapkan atau memakai dashboard monitoring terhadap dampak atas pelaksanaan WFH untuk penghematan BBM, listrik, pengurangan emisi, dan dampak perubahan perilaku pegawai terhadap cara bekerja yang baru di antaranya melalui platform digital,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Ia menegaskan, selain efisiensi energi, indikator utama yang diukur juga mencakup produktivitas ASN melalui kewajiban laporan harian meski bekerja dari rumah.
Baca juga: Viral! Detik-detik Evakuasi Ular Piton Besar di Samarinda, Sembunyi di Bawah Kios Buah
“Evaluasi kita dari minggu lalu dan kita dapatkan 99 persen sudah sesuai dengan target dan harapan,” katanya.
Temuan dan Evaluasi Kepatuhan
Meski demikian, masih terdapat sejumlah perangkat daerah yang menjadi perhatian lantaran belum sepenuhnya patuh terhadap skema WFH.
Ia juga menjelaskan adanya temuan di mana seluruh pegawai non-struktural dalam satu OPD terindikasi menjalankan WFH secara penuh, yang justru perlu diverifikasi ulang.
“Kita akan cek lagi apakah mereka WFH semua karena kurang paham atau memang faktor disengaja,” ujarnya.
Selain itu, terdapat pula perangkat daerah yang tingkat kepatuhannya belum optimal.
Baca juga: Cara Daftar Seleksi Mandiri Politeknik Pertanian Negeri Samarinda 2026 dan Biaya Kuliah
Pemkot juga menyoroti OPD yang belum terintegrasi dengan sistem sama sekali seperti Sekretariat DPRD Samarinda.
“Masih nol, di sini artinya dia belum instal di sistem ini,” tegasnya.
Untuk itu, Andi Harun telah menginstruksikan Asisten III, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), dan Bagian Organisasi untuk melakukan pengecekan langsung kepada pimpinan perangkat daerah terkait.
“Semua hari ini seperti Dinas Perikanan, Dinas DP2PA, dan Sekretaris Dewan akan dipanggil untuk mengecek semua ini,” ujarnya.
Ia berharap ketidaksesuaian tersebut lebih disebabkan oleh faktor teknis atau kurangnya pemahaman, bukan unsur kesengajaan.
Baca juga: Pasca Demo 214 Polresta Samarinda Amankan 3 Orang, Indikasi Provokasi hingga Percobaan Pencurian
“Mudah-mudahan hanya karena belum tuntas pemahaman mereka terhadap sistem atau dashboard ini, bukan karena tindakan yang disengaja,” katanya.
Pengawasan Digital dan Respons ASN
Di sisi lain, keberhasilan sosialisasi kebijakan WFH mulai terlihat dari respons cepat ASN terhadap sistem pengawasan.
Bahkan, Andi Harun sempat menguji dua ASN secara acak melalui panggilan video WhatsApp.
“Saya menguji dua ASN. Pada saat kita telepon, panggilan pertama yang bersangkutan sudah mengangkat, bahkan melalui video call. Artinya pegawai-pegawai ini sudah tahu aturannya,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa kebijakan ini tidak hanya mendorong kepatuhan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif ASN.
Baca juga: Viral! Jasad Mengapung di Sungai Mahakam Samarinda Bikin Heboh
“Kita terjemahkan dalam dua hal. Satu, menggerakkan kepatuhan. Yang kedua, menumbuhkan kesadaran. Patuh dan sadar itu bersifat positif,” jelasnya.
Efisiensi Energi dan Dampak Lingkungan
Dari sisi efisiensi, data pekan kedua menunjukkan capaian yang semakin konkret. Penghematan BBM tercatat sebesar 1.178,85 liter dalam satu hari pelaksanaan WFH.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 83 kali perjalanan pulang-pergi Samarinda–Balikpapan menggunakan mobil pribadi, dengan asumsi konsumsi 14 kilometer per liter.
Selain itu, total penghematan biaya mencapai Rp18.136.359 yang berasal dari efisiensi BBM sebesar Rp13.586.603, listrik Rp4.227.606, dan air Rp322.150.
Nilai tersebut bahkan diilustrasikan setara dengan pembiayaan operasional sekitar 8 siswa sekolah dasar negeri atau 6 siswa sekolah menengah pertama negeri selama satu tahun.
Baca juga: Viral! Jasad Mengapung di Sungai Mahakam Samarinda Bikin Heboh
Dari sisi lingkungan, kebijakan ini juga berkontribusi pada penurunan emisi karbon sebesar 4.733,79 kilogram CO2e, setara dengan kemampuan penyerapan sekitar 217 pohon dewasa dalam setahun.
Produktivitas Tetap Terjaga
Lebih jauh, Andi Harun menegaskan bahwa produktivitas ASN tetap terjaga meski bekerja dari rumah, karena seluruh aktivitas dapat terpantau secara digital.
“Yang luar biasa lagi, menghadirkan bentuk konkret tidak berubahnya kinerja pegawai walaupun mereka di rumah. Aktivitas mereka bisa kita deteksi, jadi tidak bisa bohong,” tegasnya.
Ke depan, Pemkot akan memperketat evaluasi dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap laporan kinerja ASN yang menjalankan WFH.
“Minggu depan kita akan generate semua teman-teman pegawai yang melakukan WFH. Semua laporannya akan diperiksa lagi dan bukan cuma dicek, tapi diperiksa terhadap keterpenuhan mereka terhadap target kinerja,” pungkasnya. (*)
| Pemkot Samarinda Genjot Pengisian 9 Jabatan Kosong Lewat Skema Pergeseran dan Talenta |
|
|---|
| Terekam CCTV, Pencuri Meteran Air di Samarinda Diringkus Pemilik Rumah |
|
|---|
| Walikota Andi Harun Tunda Pembangunan Teras Samarinda Tahap 3, Fokus ke Layanan Dasar |
|
|---|
| Sodetan Mahakam Dikebut 2026, Walikota Andi Harun Bongkar Biang Banjir Samarinda |
|
|---|
| Pangdam VI Mulawarman Resmikan Jembatan Garuda untuk Perkuat Konektifitas Warga Palaran Samarinda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260424_Walikota-Samarinda-Andi-Harun-WFh-ASN.jpg)