Sabtu, 9 Mei 2026

Salam Tribun

23 Tahun Tribun Kaltim 'Jalan Terus'

Hari ini, 23 tahun usia Tribun Kaltim, sejak berdiri pada tanggal 8 Mei 2003. Ibarat manusia, usia 23 tahun sudah memasuki usia dewasa

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sumarsono | Editor: Christoper Desmawangga
TRIBUNKALTIM.CO
"JALAN TERUS" - Kolase, edisi pertama koran Tribun Kaltim dan Sumarsono, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim/TribunKaltim.co. Hari ini 8 Mei 2026, 23 tahun usia Tribun Kaltim, sejak berdiri pada tanggal 8 Mei 2003, hadir di tengah-tengah masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) dengan tagline "Independen dan Kredibel", Friendly People, Friendly Newspaper. (TRIBUNKALTIM.CO) 

Oleh: Sumarsono

Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim/TribunKaltim.co

 

HARI ini, 23 tahun usia Tribun Kaltim, sejak berdiri pada tanggal 8 Mei 2003.

Ibarat manusia, usia 23 tahun sudah memasuki usia dewasa menuju fase kemandirian.

Awal berdiri, Tribun Kaltim - di bawah Kompas Gramedia Grup - hanya konsen di media cetak atau koran.

Baca juga: Kunjungan Tribun Kaltim ke PT Kaltim Kariangau Terminal, Miliki Dermaga Sepanjang 270 Meter

Hadir di tengah-tengah masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) dengan tagline "Independen dan Kredibel", Friendly People, Friendly Newspaper. 

Pengaruh koran Tribun Kaltim saat itu di era Gubernur Kaltim, Suwarna Abdul Fatah cukup kuat sebagai bagian dari pilar demokrasi.

Tribun Kaltim yang baru lahir dengan kekuatan jaringan tokoh politik nasional mampu mewarnai dinamika politik, Pemilihan Gubernur Kaltim yang saat itu masih ditentukan oleh DPRD. 

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar merupakan partai penentu siapa sosok yang bakal dipilih menjadi Gubernur Kaltim.

Muncul dua nama, yakni petahana Suwarna AF dan Ketua DPD PDIP Kaltim Imam Mundjiat.

Masih ingat di benak penulis, bagaimana tim redaksi dengan jaringan Jakarta mencari informasi A1, siapa nama yang diusung Megawati Soekarno Putri selaku Ketua Umum PDIP.

Baca juga: Kunjungan Tribun Kaltim ke Apical, Kupas Proses Industri Sawit Terintegrasi

Jelang detik-detik terakhir Imam Mundjiat lah yang diusung PDIP berpasangan dengan Heifni, sedangkan Suwarna AF didampingi Yurnalis Ngayoh diusung Fraksi Golkar.

Satu pasangan calon lagi, yakni Awang Faroek Ishak-Abu Thalib diusung koalisi Fraksi PKB dan Fraksi Cahaya Reformasi. 

Dan, hasilnya, dalam Rapat Paripurna Khusus DPRD Kaltim tanggal 2 Juni 2003, Suwarna AF-Ngayoh mendapat 24 dari 45 suara.

Awang Faroek-Abu thalib mendapat 13 suara, dan Imam Mundjiat-Heifni hanya mengantongi 7 suara.

Akhirnya Suwarna AF-Yurnalis Ngayoh terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur periode 2003-2008.

Sayangnya, dalam perjalanannya Suwarna AF tersangkut kasus korupsi dan di-nonaktifkan pada 2006.

Baca juga: Bahas Dampak IKN dan Ekonomi, Rudy Mas’ud Minta Tribun Kaltim Ikut Kawal Isu Strategis

Itulah sekilas perjalanan media Tribun Kaltim ikut mengawal dan sebagai saksi sejarah perjalanan politik, baik kontestasi Pilkada tingkat Kabupaten/Kota maupun Provinsi Kaltim hingga saat ini.

Sejarah terus berjalan.

Tribun Kaltim selalu hadir di tengah-tengah masyarakat Kaltim dengan penuh dinamikanya. 

Dalam perjalanan panjangnya, Tribun Kaltim terus mengikuti sekaligus bagian dari dinamika politik dan sosial di Kalimantan Timur.

Media yang berdiri sejak 8 Mei 2003 ini bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga ruang dialog, cermin realitas, dan penjaga akal sehat publik.

Kerjasama dengan pemerintah daerah, DPRD maupun semua pemangku kepentingan (stakeholder), baik swasta, BUMD maupun BUMN di Kaltim terus terjalin hingga sekarang.

Baca juga: Pemeran Kuyank Kunjungi Tribun Kaltim, Promosikan Film Horor Usung Bahasa Banjar

Demokrasi di negeri ini, termasuk Kaltim terus berubah dan berkembang seiring dengan perubahan peraturan perundang-undangan.

Pilkada tak lagi melalui DPRD, melainkan menjadi Pilkada langsung, rakyat sebagai penentunya.

Media berubah, masyarakat yang membaca koran mulai berkurang, beralih ke media online.

Di era keemasan, koran menjadi media yang mendominasi bagi penyebaran informasi. 

Pers cetak juga menjadi media main stream di dunia bisnis informasi. 

Namun seiring perkembangan teknologi, dominasi industri media cetak ini mulai terancam tergeser.

Baca juga: Karyawan Tribun Kaltim Raih Best Employee KG Media, Dwi Ardianto Masuk Impact List Nasional

Munculnya internet yang melahirkan pers digital dan multimedia mengubah total industri media massa.  

Dalam sepuluh tahun terakhir, setelah media cetak mulai terusik dengan kehadiran internet, hampir semua perusahaan media cetak, termasuk Tribun Kaltim membuat produk baru berupa media online.

Tribun Kaltim pun secara perlahan, namun pasti memasuki beradaptasi menuju media online melalui TribunKaltim.co sejak beberapa tahun lalu. 

Jadi ketika sebagian media cetak tutup, karena oplah koran yang terus tergerus, Tribun Kaltim tetap eksis alias jalan terus, baik cetak maupun media online-nya.

Tidak sampai di situ, selain media online, kini Tribun Kaltim juga bertransformasi ke digital dan media sosial.

Kolaborasi yang apik antara Tribun Kaltim cetak, media online TribunKaltim.co dan media sosial Tribun Kaltim menjadikan Tribun Kaltim tetep eksis hingga sekarang, dan sampai kapan pun.

Baca juga: Bahas Dampak IKN dan Ekonomi, Rudy Mas’ud Minta Tribun Kaltim Ikut Kawal Isu Strategis

Tema "Jalan Terus"

Memasuki usia ke-23, Tribun Kaltim kini berada pada satu titik perjalanan yang tidak hanya menandai usia, tetapi juga ketahanan (survive).

Dalam tradisi perjalanan hidup, angka 23 bukan soal hitungan waktu semata, melainkan simbol fase kedewasaan, fase ketika sebuah entitas tidak lagi sekadar bertumbuh, tetapi diuji oleh perubahan, tantangan, dan ketidakpastian.

Tribun Kaltim bisa tumbuh berkembang di Kaltim dan Kaltara tidak sekadar berpegang pada idialisme dan independensi semata.

Namun, mampu berkolaborasi dan sinergi dengan semua pemangku kepentingan, terutama pemerintah daerah.

Di tengah lanskap industri media yang terus bergeser, gelombang disrupsi digital, perubahan perilaku audiens, serta tekanan ekonomi, baik nasional maupun daerah yang menghantam banyak media, satu hal menjadi jelas, bertahan saja tidak cukup.

Baca juga: OIKN Kunjungi Tribun Kaltim, Ajak Media Kawal Pemulihan 65 Persen Hutan IKN

Media dituntut terus bergerak, beradaptasi, dan tetap relevan.

Dalam konteks inilah tema HUT ke-23 Tribun Kaltim adalah "Jalan Terus". 

Secara filosofis, "jalan" adalah metafora kehidupan.

Slogan "jalan" ini bukan tentang tujuan saja, tetapi juga tentang proses, tentang langkah demi langkah yang diambil, tentang pilihan arah di persimpangan, dan tentang keberanian untuk tetap melangkah meski medan tidak selalu ramah.

Kata lainnya, "jalan" adalah simbol dinamika, perubahan, dan keberlanjutan.

Sementara itu, kata "terus" mengandung energi keteguhan, sebuah sikap pantang berhenti, tidak menyerah, dan tidak terjebak pada stagnasi.

Baca juga: Alfamidi dan Tribun Kaltim Bagikan 100 Parcel Ramadan untuk Mitra di Kaltim

Maka, "Jalan Terus" adalah sebuah pernyataan sikap. 

Sikap yang mencerminkan tekad Tribun Kaltim untuk tidak berhenti di tengah badai, tidak surut oleh tekanan, dan tidak kehilangan arah dalam derasnya arus perubahan.

Di tengah banjir informasi dan maraknya disinformasi, peran ini justru semakin krusial, menjadi isyarat bahwa misi jurnalistik tidak boleh terhenti, bahwa kepercayaan publik harus terus dijaga, dan kualitas informasi harus terus diperjuangkan.

Lebih jauh, tema ini juga mencerminkan semangat adaptasi.

Jalan yang dilalui hari ini tidak sama dengan jalan di masa lalu.

Teknologi telah mengubah cara informasi diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi.

Baca juga: Pemeran Kuyank Kunjungi Tribun Kaltim, Promosikan Film Horor Usung Bahasa Banjar

Audiens tidak lagi sekadar pembaca, tetapi juga partisipan aktif. 

Dalam situasi ini, "Jalan Terus" berarti keberanian untuk bertransformasi, mengembangkan platform digital, memperkuat interaksi dengan audiens, serta menghadirkan inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar jurnalisme. 

Namun, berjalan terus bukan berarti berjalan tanpa arah.

Kita tetap membutuhkan kompas, dan bagi Tribun Kaltim, kompas itu adalah integritas, akurasi, dan keberpihakan pada kepentingan publik. 

Kondisi apa pun, prinsip-prinsip ini menjadi landasan yang memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tetap berada di jalur yang benar.

Pada akhirnya, "Jalan Terus" adalah refleksi dari sebuah keyakinan bahwa selama masih ada kebutuhan akan informasi yang kredibel, selama masih ada masyarakat yang ingin memahami realitas secara jernih, maka perjalanan ini harus terus dilanjutkan.

Tidak peduli seberapa berat tantangan yang dihadapi, langkah harus tetap diayunkan.

Karena berhenti bukanlah pilihan.

Karena dalam setiap langkah, ada tanggung jawab.

Dan karena bagi Tribun Kaltim, satu-satunya arah adalah: Jalan Terus. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved