Jumat, 8 Mei 2026

Salam Tribun

23 Tahun Tribun Kaltim 'Jalan Terus'

Hari ini, 23 tahun usia Tribun Kaltim, sejak berdiri pada tanggal 8 Mei 2003. Ibarat manusia, usia 23 tahun sudah memasuki usia dewasa

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sumarsono | Editor: Christoper Desmawangga
TRIBUNKALTIM.CO
"JALAN TERUS" - Kolase, edisi pertama koran Tribun Kaltim dan Sumarsono, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim/TribunKaltim.co. Hari ini 8 Mei 2026, 23 tahun usia Tribun Kaltim, sejak berdiri pada tanggal 8 Mei 2003, hadir di tengah-tengah masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) dengan tagline "Independen dan Kredibel", Friendly People, Friendly Newspaper. (TRIBUNKALTIM.CO) 

Oleh: Sumarsono

Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim/TribunKaltim.co

 

HARI ini, 23 tahun usia Tribun Kaltim, sejak berdiri pada tanggal 8 Mei 2003.

Ibarat manusia, usia 23 tahun sudah memasuki usia dewasa menuju fase kemandirian.

Awal berdiri, Tribun Kaltim - di bawah Kompas Gramedia Grup - hanya konsen di media cetak atau koran.

Baca juga: Kunjungan Tribun Kaltim ke PT Kaltim Kariangau Terminal, Miliki Dermaga Sepanjang 270 Meter

Hadir di tengah-tengah masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) dengan tagline "Independen dan Kredibel", Friendly People, Friendly Newspaper. 

Pengaruh koran Tribun Kaltim saat itu di era Gubernur Kaltim, Suwarna Abdul Fatah cukup kuat sebagai bagian dari pilar demokrasi.

Tribun Kaltim yang baru lahir dengan kekuatan jaringan tokoh politik nasional mampu mewarnai dinamika politik, Pemilihan Gubernur Kaltim yang saat itu masih ditentukan oleh DPRD. 

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar merupakan partai penentu siapa sosok yang bakal dipilih menjadi Gubernur Kaltim.

Muncul dua nama, yakni petahana Suwarna AF dan Ketua DPD PDIP Kaltim Imam Mundjiat.

Masih ingat di benak penulis, bagaimana tim redaksi dengan jaringan Jakarta mencari informasi A1, siapa nama yang diusung Megawati Soekarno Putri selaku Ketua Umum PDIP.

Baca juga: Kunjungan Tribun Kaltim ke Apical, Kupas Proses Industri Sawit Terintegrasi

Jelang detik-detik terakhir Imam Mundjiat lah yang diusung PDIP berpasangan dengan Heifni, sedangkan Suwarna AF didampingi Yurnalis Ngayoh diusung Fraksi Golkar.

Satu pasangan calon lagi, yakni Awang Faroek Ishak-Abu Thalib diusung koalisi Fraksi PKB dan Fraksi Cahaya Reformasi. 

Dan, hasilnya, dalam Rapat Paripurna Khusus DPRD Kaltim tanggal 2 Juni 2003, Suwarna AF-Ngayoh mendapat 24 dari 45 suara.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved