Kamis, 14 Mei 2026

Berita Kukar Terkini

3 Daerah di Kukar Wakili Program Desa Cantik 2026, Mengarah ke Mandiri dan Berkualitas

Pemkab terus mendorong penguatan tata kelola desa berbasis data melalui program Desa Cinta Statistik

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/PATRICK VALLERY SIANTURI
DESA CANTIK KUKAR - Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji dan Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri saat menghadiri pencanangan Desa Cantik 2026 di BPU Desa Loa Kulu Kota, Rabu (13/5/2026). Bupati Kukar, Aulia menegaskan pemerintah daerah ingin seluruh capaian yang dipresentasikan nantinya benar-benar berasal dari implementasi di lapangan, bukan sekadar administrasi. (TRIBUNKALTIM.CO/PATRICK VALLERY SIANTURI) 

Ia mencontohkan, perubahan kondisi kawasan kumuh di Desa Loa Kulu Kota yang dinilai menjadi bukti implementasi data berjalan efektif.

Baca juga: Kelurahan Gunung Samarinda Baru Jadi Pilot Project Program Desa Cinta Statistik di Balikpapan

“Tadi disampaikan kawasan kumuh di Loa Kulu Kota awalnya sekitar 10 hektare, sekarang tinggal 1 hektare,” katanya.

Ia menilai, capaian tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan data di tingkat desa mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. 

Karena itu, Pemkab Kukar optimistis tiga desa yang ditunjuk dapat bersaing dalam program Desa Cantik Tahun 2026.

Selain itu, Aulia juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur dan BPS Kukar yang telah memberikan kepercayaan kepada tiga desa tersebut untuk mengikuti program nasional itu.

“Kami bangga memiliki kepala desa yang memahami data, bekerja menggunakan data, dan mampu mengimplementasikannya,” ucapnya.

Bupati Aulia menjelaskan, prestasi Kukar dalam program Desa Cantik terus mengalami peningkatan.

Pada tahun 2024, Kukar hanya meraih juara tingkat provinsi, sedangkan pada 2025 salah satu desa dari Kukar berhasil masuk peringkat enam nasional melalui Desa Batuah.

“Di tahun 2024 kita hanya juara di tingkat provinsi. Di tahun 2025 kita sudah bisa juara di tingkat nasional, juara ke-6 Desa Batuah. Nah, kita berharap di lomba kali ini bisa lebih tinggi lagi, masuk tiga besar bahkan menjadi juara satu tingkat nasional,” katanya optimistis.

Pemkab Kukar, lanjut dia, akan memberikan dukungan penuh selama proses penilaian berlangsung. 

Dukungan itu mencakup koordinasi lintas perangkat daerah, pendampingan, hingga penguatan kapasitas desa agar mampu menampilkan kualitas terbaiknya.

Aulia menegaskan pemerintah daerah ingin seluruh capaian yang dipresentasikan nantinya benar-benar berasal dari implementasi di lapangan, bukan sekadar administrasi.

“Pengelolaan data yang baik harus berdampak langsung terhadap pembangunan dan dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved