Idul Adha 2026
DKPP Samarinda Catat 15 Ribu Sapi Masuk Jelang Idul Adha 2026, PMK Diantisipasi
Lebih dari 15 ribu sapi masuk Samarinda jelang Idul Adha 2026, DKPP perketat vaksinasi dan pengawasan PMK
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 15.200 ekor sapi masuk Samarinda menjelang Idul Adha 2026.
- DKPP Samarinda memperketat vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan ternak.
- Pengawasan difokuskan untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda mencatat lebih dari 15 ribu ekor sapi telah masuk melalui jalur distribusi resmi, seiring meningkatnya kebutuhan hewan kurban di Kalimantan Timur (Kaltim) dan wilayah sekitarnya.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Samarinda, Maskuri, mengatakan kenaikan tersebut terlihat dari jumlah sapi yang didatangkan menggunakan kapal kargo ke Samarinda baru-baru ini selama periode menjelang Idul Adha.
“Kemarin kapal kargo masuk itu sudah sekitar 15.200 ekor yang masuk ke Samarinda, tapi artinya itu bukan ketersediaan Samarinda saja. Setelah itu akan dikirim ke kota kabupaten lain, bahkan ke Kalsel dan Kaltara,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).
DKPP Perketat Pengawasan PMK
Lonjakan distribusi ternak tersebut membuat DKPP Samarinda meningkatkan pengawasan kesehatan hewan, terutama untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Setiap sapi yang tiba di pelabuhan diwajibkan menjalani masa istirahat dan vaksinasi sebelum didistribusikan ke berbagai daerah tujuan.
Baca juga: DPRD Samarinda Soroti Lambatnya Penanganan Laporan Kehilangan Motor di Polresta Samarinda
“Dan penanganan kami seperti biasa, sapi yang datang kita istirahatkan, kita vaksin seluruhnya. Dan teman-teman masih sibuk vaksin di lapangan. Karena memang kita diberi waktu hanya 4-6 jam untuk mengisarkan sapi setelah turun dari kapal. Setelah itu langsung divaksin,” jelasnya.
Menurut Maskuri, mayoritas sapi yang masuk berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang hingga kini masih berada dalam kategori zona hijau PMK.
Meski demikian, vaksinasi tetap dilakukan sebagai langkah antisipatif karena masa inkubasi penyakit dapat berlangsung hingga dua pekan.
“Supaya saat Idul Adha itu artinya bisa menekan gejala-gejala penyakit secara klinis,” katanya.
Pemeriksaan Ketat Jalur Resmi
DKPP juga memastikan seluruh ternak yang masuk melalui jalur resmi telah dilengkapi dokumen kesehatan dan hasil uji laboratorium dari daerah asal.
Baca juga: Kemenag Perkirakan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026, Hilal Telah Memenuhi Kriteria MABIMS
Pemeriksaan ulang tetap dilakukan setelah ternak tiba di Samarinda, termasuk penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
“Artinya trackingnya sudah jelas, persyaratannya sudah jelas. Kita lihat surat perizinannya, uji lab segala macam,” ungkap Maskuri.
Ia menjelaskan, setelah tiba di Samarinda, seluruh ternak akan diperiksa kembali sesuai Surat Edaran Wali Kota Samarinda tentang penanganan kesehatan hewan kurban.
Menurutnya, pengawasan paling sulit justru berasal dari jalur distribusi tidak resmi yang masuk melalui jalan-jalan kecil tanpa dokumen lengkap.
DKPP
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
Idul Adha
sapi
Penyakit Mulut dan Kuku
PMK
Samarinda
TribunKaltim.co
| Kemenag Perkirakan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026, Hilal Telah Memenuhi Kriteria MABIMS |
|
|---|
| Tanggal Berapa Lebaran Idul Adha 2026? BRIN Prediksi Serentak 27 Mei 2026 |
|
|---|
| Kapan Idul Adha 2026? Muhammadiyah Tetapkan 27 Mei, Pemerintah Tunggu Sidang Isbat |
|
|---|
| Pakai Airbus A330-900neo, Garuda Indonesia Bawa Jemaah Haji Sulteng dari Balikpapan |
|
|---|
| DTPHP Kutim Periksa Sapi Kurban di Sangatta, Hewan Lolos Diberi Label ‘SEHAT’ |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260514_DKPP-Samarinda-Sapi-Kurban-Idul-Adha.jpg)