Kamis, 14 Mei 2026

Idul Adha 2026

DKPP Samarinda Catat 15 Ribu Sapi Masuk Jelang Idul Adha 2026, PMK Diantisipasi

Lebih dari 15 ribu sapi masuk Samarinda jelang Idul Adha 2026, DKPP perketat vaksinasi dan pengawasan PMK

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/Sintya Alfatika Sari
ANTISIPASI PENYAKIT - Petugas DKPP Samarinda melakukan vaksinasi dan pemeriksaan klinis terhadap sapi kurban menjelang Idul Adha 2026. Langkah ini dilakukan dalam kurun waktu 4-6 jam pasca-kedatangan guna mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

Ringkasan Berita:

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda mencatat lebih dari 15 ribu ekor sapi telah masuk melalui jalur distribusi resmi, seiring meningkatnya kebutuhan hewan kurban di Kalimantan Timur (Kaltim) dan wilayah sekitarnya.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Samarinda, Maskuri, mengatakan kenaikan tersebut terlihat dari jumlah sapi yang didatangkan menggunakan kapal kargo ke Samarinda baru-baru ini selama periode menjelang Idul Adha.

“Kemarin kapal kargo masuk itu sudah sekitar 15.200 ekor yang masuk ke Samarinda, tapi artinya itu bukan ketersediaan Samarinda saja. Setelah itu akan dikirim ke kota kabupaten lain, bahkan ke Kalsel dan Kaltara,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

DKPP Perketat Pengawasan PMK

Lonjakan distribusi ternak tersebut membuat DKPP Samarinda meningkatkan pengawasan kesehatan hewan, terutama untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Setiap sapi yang tiba di pelabuhan diwajibkan menjalani masa istirahat dan vaksinasi sebelum didistribusikan ke berbagai daerah tujuan.

Baca juga: DPRD Samarinda Soroti Lambatnya Penanganan Laporan Kehilangan Motor di Polresta Samarinda

“Dan penanganan kami seperti biasa, sapi yang datang kita istirahatkan, kita vaksin seluruhnya. Dan teman-teman masih sibuk vaksin di lapangan. Karena memang kita diberi waktu hanya 4-6 jam untuk mengisarkan sapi setelah turun dari kapal. Setelah itu langsung divaksin,” jelasnya.

Menurut Maskuri, mayoritas sapi yang masuk berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang hingga kini masih berada dalam kategori zona hijau PMK.

Meski demikian, vaksinasi tetap dilakukan sebagai langkah antisipatif karena masa inkubasi penyakit dapat berlangsung hingga dua pekan.

“Supaya saat Idul Adha itu artinya bisa menekan gejala-gejala penyakit secara klinis,” katanya.

Pemeriksaan Ketat Jalur Resmi

DKPP juga memastikan seluruh ternak yang masuk melalui jalur resmi telah dilengkapi dokumen kesehatan dan hasil uji laboratorium dari daerah asal.

Baca juga: Kemenag Perkirakan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026, Hilal Telah Memenuhi Kriteria MABIMS

Pemeriksaan ulang tetap dilakukan setelah ternak tiba di Samarinda, termasuk penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

“Artinya trackingnya sudah jelas, persyaratannya sudah jelas. Kita lihat surat perizinannya, uji lab segala macam,” ungkap Maskuri.

Ia menjelaskan, setelah tiba di Samarinda, seluruh ternak akan diperiksa kembali sesuai Surat Edaran Wali Kota Samarinda tentang penanganan kesehatan hewan kurban.

Menurutnya, pengawasan paling sulit justru berasal dari jalur distribusi tidak resmi yang masuk melalui jalan-jalan kecil tanpa dokumen lengkap.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved