Jumat, 15 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Pemkot Samarinda Beber Kualitas Udara dari Dampak Uji Coba Insinerator Sampah

Berdasarkan hasil uji coba terbaru, teknologi pembakaran ini diklaim ramah lingkungan dengan parameter kualitas udara

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
INSINERATOR SAMARINDA - Penampakan Insinerator Kelurahan Baqa Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Plt Kepala DLH Samarinda, Suwarso, menjelaskan bahwa tim percepatan telah melakukan pengukuran kualitas udara secara presisi tepat di sekitar lokasi saat uji coba pembakaran berlangsung, Kamis (14/5/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mematangkan kesiapan operasional 10 unit insinerator sebagai solusi mutakhir penanganan sampah kota.

Berdasarkan hasil uji coba terbaru, teknologi pembakaran ini diklaim ramah lingkungan dengan parameter kualitas udara yang tetap berada di bawah ambang batas bahaya.

Plt Kepala DLH Samarinda, Suwarso, menjelaskan bahwa tim percepatan telah melakukan pengukuran kualitas udara secara presisi tepat di sekitar lokasi saat uji coba pembakaran berlangsung.

Hal ini dikarenakan insinerator jenis Wisanggeni 9 ini didesain tanpa cerobong konvensional.

Baca juga: DLH Samarinda Siapkan APD Petugas Insinerator, Target Operasional Penuh Mei 2026

"Asap sisa pembakaran dihisap melalui blower dan diarahkan langsung ke bak air, sehingga tidak meluap ke udara bebas,” ungkap Suwarso kepada TribunKaltim.co pada Kamis (14/5/2026).

Inovasi ini tidak hanya fokus pada pemusnahan sampah, tetapi juga mengusung konsep sirkular ekonomi.

Sisa pembakaran yang berupa abu direncanakan akan dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku pembuatan produk konstruksi seperti paving block.

DILENGKAPI SISTEM KEAMANAN - Walikota Samarinda, Andi Harun, saat berada di proyek insinerator Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang, sebagai bagian dari kesiapan operasional pengolahan sampah terpadu yang ditargetkan mulai berjalan pada 2026. Jelang beroperasi, insinerator sampah di Samarinda akan segera dilengkapi sistem keamanan, termasuk APAR dan perangkat keselamatan lainnya. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI)
INSINERATOR SAMARINDA - Walikota Samarinda, Andi Harun, saat berada di proyek insinerator Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang, sebagai bagian dari kesiapan operasional pengolahan sampah terpadu yang ditargetkan mulai berjalan pada 2026. Jelang beroperasi, insinerator sampah di Samarinda akan segera dilengkapi sistem keamanan, termasuk APAR dan perangkat keselamatan lainnya. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

Sebab itu, Suwarso menekankan bahwa aspek kehati-hatian menjadi prioritas utama mengingat mesin ini beroperasi pada suhu ekstrem.

Pihaknya ingin menemukan skema kerja yang baik dan aman karena di lokasi pembakaran suhu mencapai sekitar 800 derajat celcius. 

"Sehingga perlu standar keamanan yang luar biasa,” jelasnya.

Baca juga: Reaksi DLH Samarinda soal Larangan Penggunaan Insinerator Mini untuk Membakar Sampah

Terkait kesiapan manajerial, Pemkot Samarinda telah mengalokasikan anggaran untuk upah pekerja serta operasional pengiriman bahan bakar maupun logistik pemilahan sampah di lokasi. 

Dukungan infrastruktur pun mulai terlihat dengan tindak lanjut perbaikan akses jalan oleh Dinas PUPR pasca-rapat koordinasi beberapa waktu lalu.

Mengenai target operasional secara menyeluruh di sembilan titik lokasi, Suwarso optimis progres signifikan akan terlihat pada bulan Juni mendatang.

INSINERATOR SAMARINDA - Suasana TPS insinerator di Jalan Wanyi Samarinda. Selain memastikan kesiapan elektrikal dan suhu pembakaran mencapai 800 derajat Celsius, DLH Samarinda kini tengah mengevaluasi pola pemilahan sampah di lokasi guna meningkatkan efisiensi pembakaran sampah segar dari TPS pada Jumat (10/4/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI)
INSINERATOR SAMARINDA - Suasana TPS insinerator di Jalan Wanyi Samarinda. Selain memastikan kesiapan elektrikal dan suhu pembakaran mencapai 800 derajat Celsius, DLH Samarinda kini tengah mengevaluasi pola pemilahan sampah di lokasi guna meningkatkan efisiensi pembakaran sampah segar dari TPS pada Jumat (10/4/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

“Mudah-mudahan bulan depan sudah bisa kita uji coba secara penuh. Ini dilakukan secara bertahap sambil kita melakukan perbaikan lingkungan, terutama penanaman pohon di sekitar lokasi untuk mencegah sisa asap sedikit pun agar tidak menyebar,” tambahnya.

Saat ini, Pemkot Samarinda terus menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Lingkungan Hidup terkait pengawasan kualitas udara dan pemenuhan regulasi.

Untuk izin lingkungan sebenarnya sudah lengkap di sembilan titik.

"Jadwal peresmian akan kami susun, namun targetnya bulan depan seluruh sistem sudah berjalan,” pungkas Suwarso.

(*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved