Berita Samarinda Terkini
Pemkot Samarinda Beber Kualitas Udara dari Dampak Uji Coba Insinerator Sampah
Berdasarkan hasil uji coba terbaru, teknologi pembakaran ini diklaim ramah lingkungan dengan parameter kualitas udara
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mematangkan kesiapan operasional 10 unit insinerator sebagai solusi mutakhir penanganan sampah kota.
Berdasarkan hasil uji coba terbaru, teknologi pembakaran ini diklaim ramah lingkungan dengan parameter kualitas udara yang tetap berada di bawah ambang batas bahaya.
Plt Kepala DLH Samarinda, Suwarso, menjelaskan bahwa tim percepatan telah melakukan pengukuran kualitas udara secara presisi tepat di sekitar lokasi saat uji coba pembakaran berlangsung.
Hal ini dikarenakan insinerator jenis Wisanggeni 9 ini didesain tanpa cerobong konvensional.
Baca juga: DLH Samarinda Siapkan APD Petugas Insinerator, Target Operasional Penuh Mei 2026
"Asap sisa pembakaran dihisap melalui blower dan diarahkan langsung ke bak air, sehingga tidak meluap ke udara bebas,” ungkap Suwarso kepada TribunKaltim.co pada Kamis (14/5/2026).
Inovasi ini tidak hanya fokus pada pemusnahan sampah, tetapi juga mengusung konsep sirkular ekonomi.
Sisa pembakaran yang berupa abu direncanakan akan dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku pembuatan produk konstruksi seperti paving block.
Sebab itu, Suwarso menekankan bahwa aspek kehati-hatian menjadi prioritas utama mengingat mesin ini beroperasi pada suhu ekstrem.
Pihaknya ingin menemukan skema kerja yang baik dan aman karena di lokasi pembakaran suhu mencapai sekitar 800 derajat celcius.
"Sehingga perlu standar keamanan yang luar biasa,” jelasnya.
Baca juga: Reaksi DLH Samarinda soal Larangan Penggunaan Insinerator Mini untuk Membakar Sampah
Terkait kesiapan manajerial, Pemkot Samarinda telah mengalokasikan anggaran untuk upah pekerja serta operasional pengiriman bahan bakar maupun logistik pemilahan sampah di lokasi.
Dukungan infrastruktur pun mulai terlihat dengan tindak lanjut perbaikan akses jalan oleh Dinas PUPR pasca-rapat koordinasi beberapa waktu lalu.
Mengenai target operasional secara menyeluruh di sembilan titik lokasi, Suwarso optimis progres signifikan akan terlihat pada bulan Juni mendatang.
“Mudah-mudahan bulan depan sudah bisa kita uji coba secara penuh. Ini dilakukan secara bertahap sambil kita melakukan perbaikan lingkungan, terutama penanaman pohon di sekitar lokasi untuk mencegah sisa asap sedikit pun agar tidak menyebar,” tambahnya.
Saat ini, Pemkot Samarinda terus menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Lingkungan Hidup terkait pengawasan kualitas udara dan pemenuhan regulasi.
Untuk izin lingkungan sebenarnya sudah lengkap di sembilan titik.
"Jadwal peresmian akan kami susun, namun targetnya bulan depan seluruh sistem sudah berjalan,” pungkas Suwarso.
(*)
| 2 Strategi Integratif Pemkot Samarinda untuk Atasi Banjir Kota |
|
|---|
| Penanganan Banjir Samarinda Masuk Fase Optimasi, Drainase dan Polder Diperkuat |
|
|---|
| DPRD Samarinda Soroti Lambatnya Penanganan Laporan Kehilangan Motor di Polresta Samarinda |
|
|---|
| 236 Calon Jemaah Haji Samarinda Kloter 16 dan 17 Siap Berangkat, Kesehatan Jadi Perhatian Utama |
|
|---|
| Pemkot Samarinda Kerahkan Eksavator Mini dan Tim Hantu Banyu ke Sukorejo demi Atasi Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260329_Abu-insinerator-di-Samarinda-akan-diolah-jadi-paving-blok-dan-bahan-bangunan.jpg)