Berita Kukar Terkini
Dari Tambang Batu Bara ke Lahan Pangan, Kukar Cetak Petani Muda Modern
Lahan bekas tambang batu bara di Kukar dimanfaatkan menjadi pusat pertanian modern berbasis pendidikan
Penulis: Patrick Vallery Sianturi | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- Program Gerakan Menanam memanfaatkan lahan eks tambang di Kukar untuk pertanian terpadu.
- Siswa SMK dan pondok pesantren dilatih pertanian modern berbasis teknologi.
- Program didukung pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi generasi muda.
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Upaya mendorong ketahanan pangan sekaligus menumbuhkan minat generasi muda di sektor pertanian terus dilakukan di Kutai Kartanegara (Kukar).
Salah satunya melalui program Gerakan Menanam yang digagas SMK PARTI Boarding School Baitul Izza Tenggarong bersama Pondok Pesantren Baitul Izza dengan memanfaatkan lahan bekas tambang batu bara milik PT Tanito Harum.
Program tersebut difokuskan pada pengembangan pertanian terpadu berbasis pendidikan dan teknologi, sekaligus menjadi wadah pembelajaran praktik bagi para siswa agar lebih dekat dengan dunia pertanian modern.
Pertanian Modern untuk Anak Muda
Ketua Yayasan Wisma Benua Etam, Karlan, mengatakan kegiatan itu dirancang agar pertanian tidak lagi dipandang sebagai sektor yang kurang diminati anak muda.
“Selama ini banyak siswa kurang tertarik pada bidang pertanian. Karena itu kami coba menghadirkan konsep pertanian berbasis teknologi supaya lebih menarik dan bisa menjadi peluang masa depan bagi mereka,” ujarnya saat kegiatan di Aula DPRD Kukar, Rabu (20/5/2026).
Baca juga: Kuota Batu Bara Dipangkas Pusat, Pemkab Kukar Siapkan 3 Strategi Tangkal Badai PHK
Menurutnya, sektor pertanian memiliki potensi besar apabila dikelola dengan baik dan memanfaatkan perkembangan teknologi.
Ia berharap para siswa nantinya tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan usaha sendiri.
“Harapan kami siswa bisa termotivasi memanfaatkan lahan-lahan tidur di sekitar menjadi produktif dan bernilai ekonomi,” katanya.
Karlan menjelaskan, program tersebut diawali dengan pelatihan pertanian terpadu selama sepekan yang melibatkan sejumlah narasumber dari perguruan tinggi hingga organisasi perangkat daerah terkait.
Setelah mendapatkan materi teori, para siswa akan langsung diarahkan melakukan praktik di lapangan melalui pengelolaan lahan pertanian terpadu yang telah disiapkan.
Baca juga: Polda Kaltim Periksa 9 Saksi Kasus Narkoba Mantan Kasat Resnarkoba Kukar
“Kita ingin kegiatan ini tidak berhenti di teori saja, tetapi benar-benar dipraktikkan sampai siswa memiliki kemampuan dan pengalaman,” jelasnya.
Kolaborasi Pendidikan dan Ketahanan Pangan
Ia menambahkan, pembinaan terhadap para siswa akan terus dilakukan hingga mereka lulus sekolah.
Konsep kolaborasi antara sekolah kejuruan dan pondok pesantren juga dinilai penting untuk membentuk keseimbangan antara keterampilan teknologi dan pembinaan karakter.
“SMK fokus pada teknologi dan keterampilan, sementara pondok pesantren memperkuat mental spiritual dan akhlak siswa,” tuturnya.
| Kuota Batu Bara Dipangkas Pusat, Pemkab Kukar Siapkan 3 Strategi Tangkal Badai PHK |
|
|---|
| Detik-detik Mobil Terbakar di Mangkurawang Tenggarong, Diduga Akibat Percikan Api Mesin |
|
|---|
| Sultan AM Idris Masuk Materi Pembelajaran di Sekolah, Disdikbud Kukar Siapkan Literasi Sejarah Lokal |
|
|---|
| Rumah Aman Bagi Korban Kekerasan di Kukar Disorot, DPRD Minta Pemkab Serius Lengkapi Fasilitas |
|
|---|
| Menggali Pemikiran dan 3 Peran Sultan AM Idris, Bukan Sekadar Nama Rumah Sakit di Muara Badak Kukar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260520_kegiatan-Gerakan-Menanam-Mendukung-Ketahanan-Pangan-Lahan-bekas-Tambang.jpg)