Sabtu, 6 Juni 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Setahun Berjalan, Program Makan Bergizi Gratis di Samarinda Masih Belum Merata

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Samarinda ternyata masih belum menjangkau seluruh sekolah meski telah berjalan lebih dari setahun.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS
MAKAN BERGIZI GRATIS - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menyebut perlunya sosialisasi dan perbaikan secara menyeluruh terhadap program MBG agar para siswa dapat menerima manfaat secara merata. (TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS) 
Ringkasan Berita:
  • Masih ada sekolah di Samarinda yang belum menerima Program Makan Bergizi Gratis meski program sudah berjalan lebih dari setahun.
  • Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti menegaskan MBG tidak boleh dipaksakan berjalan jika dapur, SDM, dan perizinan belum siap.
  • SDN 012 Karang Mulya menjadi salah satu sekolah yang belum mendapat MBG, memicu pertanyaan dari wali murid karena sekolah-sekolah di sekitarnya sudah menerima program tersebut.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Masih adanya sekolah yang belum menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, mendapat respons dari legislator.

Lebih dari setahun sudah program tersebut berjalan, namun realisasinya di lapangan masih belum merata dan dinilai perlu penguatan-penguatan.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai distribusi program tersebut masih menyimpan banyak pekerjaan rumah.

Menurut Puji, lambatnya pemerataan Makan Bergizi Gratis bukan semata soal anggaran, melainkan soal kesiapan di lapangan. 

Baca juga: Pemohon Cabut Gugatan UU APBN Terkait Anggaran Makan Bergizi Gratis di MK, Ini Alasannya

Ia mewanti-wanti agar program ini tidak dipaksakan berjalan sebelum semua unsur pendukungnya benar-benar siap.

"Jangan sampai kita bikin Makan Bergizi Gratis di satu sekolah misalnya dengan 3.000 anak sasaran, lalu pengelolanya itu nggak siap. Kan bangunannya seperti apa, SDM-nya seperti apa, dan lain sebagainya," ujar Puji, Jumat (5/6/2026).

Politikus partai Demokrat itu mengakui banyak pihak termasuk sekolah-sekolah yang belum kebagian yang mempertanyakan kapan giliran mereka. 

Namun, ia menegaskan bahwa kendali atas program ini sebagian besar berada di tangan pemerintah pusat, bukan daerah. 

Baca juga: 1.789 SPPG Masih Disanksi, Pemerintah Siapkan Command Center Makan Bergizi Gratis

Kesiapan pengelola ditingkat lokal pun menjadi faktor penentu, mulai dari kelayakan bangunan dapur, ketersediaan SDM, hingga urusan perizinan. 

Dinas Kesehatan, DP2KB, serta tim yang ada di Samarinda juga disebutnya perlu memastikan semuanya benar-benar siap sebelum program dijalankan.

Di sisi lain, Sri Puji tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang sudah mencuat seputar pelaksanaan Makan Bergizi Gratis

Ia menyebut sosialisasi perlu diperdalam dan sejumlah hal masih butuh perbaikan termasuk soal keterlibatan UMKM yang sempat dijanjikan namun kenyataannya belum berjalan.

Baca juga: 6 Kontroversi MBG di Era Dadan Hindayana, BGN Beli Motor Listrik Hingga Polemik Kaos Kaki

"Saya kira sudah banyak ya isu-isu tentang Makan Bergizi Gratis seperti apa, mungkin perlu sosialisasi lebih intens, perlu penguatan-penguatan, juga perbaikan sana-sini," katanya.

Puji menyadari bahwa daerah tidak banyak bisa berbuat selain menunggu dan menerima apa yang ditetapkan dari pusat. 

Sistem kerja sama, penunjukan pengelola dapur MBG, hingga keterlibatan pengusaha lokal semuanya ditentukan oleh kebijakan pusat.

"Kita nunggu semuanya dari pusat, sistem kerjasamanya kan juga dari pusat, apakah banyak pengusaha yang di sini mau membangun dapur MBG, itu benar-benar semuanya dari pusat. Kita hanya menerima manfaat," pungkasnya.

Baca juga: Ribuan Porsi Makan Bergizi Gratis dari SPPG Polres PPU Lolos Uji Zat Berbahaya

Sebelumnya diberitakan, salah satu sekolah yang belum merasakan manfaat program tersebut adalah SDN 012 Karang Mulya, yang berlokasi di Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda

Absennya Makan Bergizi Gratis di sekolah itu pun tak luput dari perhatian para orang tua siswa, yang mulai mempertanyakan mengapa sekolah mereka tertinggal sementara sekolah-sekolah di sekitarnya sudah lebih dulu menikmati program tersebut.

Plt Kepala Sekolah SDN 012 Karang Mulya, Laode Akahan Hairah, tak menampik kondisi itu. Pertanyaan dari wali murid, katanya, sudah kerap ia terima.

“Nah ini pertanyaan orang tua murid, kenapa katanya kita belum dapat Makan Bergizi Gratis sedangkan sekolah-sekolah di dekat kita semua sudah dapat,” ujar Laode.

Baca juga: Penyaluran Makan Bergizi Gratis di Kaltim Sudah Sasar 14 Ribu Ibu Hamil hingga Balita

Laode menyebut dirinya telah berinisiatif menghubungi pihak dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah Lok Bahu untuk mencari kepastian. 

Namun jawaban yang ia terima masih menggantung, pihak dapur MBG hanya menyampaikan akan permintaan itu kepada atasannya. 

Laode pun memilih bersabar dan menunggu respons lebih lanjut.

Saat ditanya apakah SDN 012 Karang Mulya menjadi satu-satunya sekolah yang belum mendapat Makan Bergizi Gratis di kawasan Lok Bahu, Laode mengaku tidak mengetahui secara persis kondisi seluruh sekolah di wilayah tersebut.

“Di Lok Bahu kurang tahu ya, tapi rata-rata sudah dapat banyak ya, kecuali di Loa Bakung kemarin ada ketemu satu sekolah juga 027 yang belum dapat Makan Bergizi Gratis,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved