Berita Samarinda Terkini
Dishub Samarinda Evaluasi Program Parkir Berlangganan yang Sepi Peminat
Dishub Samarinda mulai mengevaluasi program parkir berlangganan yang digadang-gadang menjadi salah satu penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Program parkir berlangganan Samarinda baru diikuti sekitar 300 kendaraan, jauh di bawah jumlah kendaraan yang mencapai hampir 971 ribu unit.
- Dishub Samarinda menargetkan sektor parkir menyumbang PAD hingga Rp200 miliar pada 2026, namun kondisi ekonomi masyarakat dan menurunnya mobilitas menjadi tantangan.
- Untuk menarik minat warga, Pemkot memberikan diskon 50 persen bagi kendaraan kedua dan seterusnya dalam satu keluarga serta membuka gerai pendaftaran di berbagai pusat keramaian.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mulai mengevaluasi program parkir berlangganan yang digadang-gadang menjadi salah satu penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Meski telah berjalan sejak 2025, jumlah peserta program masih jauh dari potensi kendaraan yang beredar di Kota Tepian, sehingga target pendapatan sektor parkir sebesar Rp200 miliar pada 2026 menjadi tantangan tersendiri.
Hingga saat ini, jumlah kendaraan yang terdaftar dalam program parkir berlangganan baru mencapai lebih dari 300 unit.
Angka tersebut masih sangat kecil dibandingkan jumlah kendaraan di Samarinda yang hampir mencapai 971 ribu unit, terdiri dari sekitar 886 ribu sepeda motor dan lebih dari 100 ribu kendaraan roda empat.
Baca juga: DPRD dan Dishub Samarinda Siapkan Kantong Parkir Atasi Truk di Bahu Jalan
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan program tersebut sebenarnya sudah berjalan, namun belum diterapkan secara masif karena sifatnya masih opsional dan bukan kewajiban bagi masyarakat.
"Nah, parkir berlangganan ini sebenarnya sudah jalan di kota Samarinda cuma belum masif dan pada saat ini pendaftar sudah hampir 300 lebih kendaraan," ujar pria yang akrab disapa Manalu itu belum lama ini.
Menurutnya, program parkir berlangganan dirancang untuk membenahi tata kelola perparkiran sekaligus memastikan retribusi parkir masuk ke kas daerah.
Dalam skema yang diterapkan, pemilik sepeda motor cukup membayar Rp400 ribu per tahun untuk menikmati layanan parkir tepi jalan tanpa batas selama satu tahun.
Baca juga: Dishub Samarinda Sisir Parkir Liar Pelajar, Ada Motor Tersembunyi di Gang hingga Halaman Rumah Warga
Sementara kendaraan roda empat dikenakan biaya Rp1 juta per tahun.
Jika dihitung per hari, biaya parkir berlangganan untuk sepeda motor hanya sekitar Rp1.077, sedangkan mobil sekitar Rp2.700 per hari.
Nominal tersebut dinilai lebih hemat dibandingkan tarif parkir konvensional yang berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000 setiap kali parkir.
Manalu menegaskan, sektor parkir menjadi salah satu sumber pendapatan yang diharapkan mampu mendukung target PAD Kota Samarinda tahun ini.
"Kalau target PAD yang ditetapkan dimurni 2026 ini 200 miliar dari dishub itu dari sisi parkir aja," ungkapnya.
Baca juga: Dishub Samarinda Tertibkan Parkir Motor Pelajar di Permukiman, Sasar yang Tanpa SIM
Namun demikian, Dishub Samarinda mengakui kondisi ekonomi masyarakat saat ini turut memengaruhi capaian program.
Menurut Manalu, aktivitas kendaraan di jalan mulai berkurang karena masyarakat cenderung melakukan penghematan di tengah tingginya biaya hidup dan harga bahan bakar.
| DPRD dan Dishub Samarinda Siapkan Kantong Parkir Atasi Truk di Bahu Jalan |
|
|---|
| DLH Samarinda Evaluasi Operasional 10 Unit Insinerator Sampah, Terapkan Strategi TPS Terpilah |
|
|---|
| Jadwal Mati Lampu Samarinda Sabtu 13 Juni 2026, Cek Daftar Jalan yang Terdampak Pemadaman PLN |
|
|---|
| DLH Samarinda Targetkan Seluruh Truk Sampah Terpasang GPS Tahun Depan |
|
|---|
| 4 Fakta Sabu 41,4 Kg Lolos dari Pelabuhan Samarinda: Satgas Terpadu dan Pengadaan X-Ray Jadi Sorotan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260713-Kepala-Dinas-Perhubungan-Dishub-Kota-Samarinda-Hotmarulitua-Manalu.jpg)