Minggu, 14 Juni 2026

Berita Samarinda Terkini

3 Alasan Program Parkir Berlangganan di Samarinda Masih Sepi Peminat, Ada Diskon 50 Persen

Program parkir berlangganan yang diinisiasi Pemerintah Kota Samarinda sejak 2025 lalu belum menunjukkan taji.

Tayang:
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
PARKIR BERLANGGANAN SAMARINDA - Ilustrasi kendaraan terparkir di tepi jalan kawasan pusat aktivitas Kota Samarinda, Senin 9 Maret 2026. Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengakui bahwa implementasi parkir berlangganan program ini belum masif. Banyak warga yang mulai berhemat dan tidak memakai semua kendaraan mereka secara bersamaan, Sabtu (13/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Program parkir berlangganan di Kota Samarinda sejak 2025 masih minim peminat dengan hanya 300 kendaraan terdaftar;
  • Rendahnya partisipasi disebabkan oleh sifat program yang opsional, tekanan ekonomi warga, dan kurangnya sosialisasi efisiensi biaya;
  • Pemerintah Kota Samarinda memberikan diskon 50 persen untuk kendaraan kedua dan ketiga guna menarik minat masyarakat;
  • Dinas Perhubungan melakukan strategi jemput bola dengan membuka gerai pendaftaran di pusat keramaian seperti CFD dan CFN.

 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Program parkir berlangganan yang diinisiasi Pemerintah Kota Samarinda sejak 2025 lalu belum menunjukkan taji. Meski ditawarkan sebagai solusi efisiensi bagi warga, minat masyarakat untuk beralih ke sistem ini masih tergolong minim.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengakui bahwa implementasi program ini belum masif.

Hingga saat ini, baru tercatat sekitar 300 kendaraan yang terdaftar sebagai peserta parkir berlangganan.

Angka ini tentu masih jauh dari potensi ideal, mengingat total populasi kendaraan di Samarinda mencapai hampir 971 ribu unit.

Baca juga: Dishub Samarinda Evaluasi Program Parkir Berlangganan yang Sepi Peminat

Mengapa program ini belum mendapat sambutan hangat dari warga? Berikut adalah tiga faktor utama yang memengaruhi:

1. Sifat Program yang Masih Opsional

Manalu menjelaskan bahwa program parkir berlangganan saat ini masih bersifat pilihan (opsional), bukan kewajiban.

Karena tidak bersifat memaksa, masyarakat cenderung memilih pola bayar konvensional di tempat setiap kali memarkir kendaraan mereka.

2. Tekanan Ekonomi dan Pola Hidup Hemat

Faktor ekonomi menjadi kendala terbesar di lapangan. Manalu mengamati bahwa daya beli masyarakat tengah mengalami tekanan akibat tingginya biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar.

Akibatnya, warga kini cenderung lebih selektif dalam menggunakan kendaraan.

"Banyak warga yang mulai berhemat dan tidak memakai semua kendaraan mereka secara bersamaan. Inilah yang membuat target pendapatan parkir perlu dievaluasi sesuai kondisi nyata di lapangan," ujar Manalu.

3. Kurangnya Sosialisasi Efisiensi Biaya

Meskipun pemerintah telah berupaya mengedukasi masyarakat, kesadaran akan efisiensi biaya sistem berlangganan tampaknya belum tersampaikan dengan optimal.

Padahal, secara hitungan kasar, sistem ini sangat ekonomis.

Untuk roda dua, tarif Rp400.000 per tahun hanya setara dengan sekitar Rp1.077 per hari.

Baca juga: Dishub Samarinda Tertibkan Parkir Motor Pelajar di Permukiman, Sasar yang Tanpa SIM

Begitu pula untuk roda empat dengan tarif Rp1.000.000 per tahun, hanya setara Rp2.700 per hari.

Angka ini jauh lebih murah dibandingkan membayar parkir konvensional sebesar Rp2.000 hingga Rp3.000 untuk setiap sekali parkir.

PARKIR BERLANGGANAN SAMARINDA - Ilustrasi penerapan sistem parkir berlangganan di Samarinda, Kalimantan Timur.
PARKIR BERLANGGANAN SAMARINDA - Ilustrasi penerapan sistem parkir berlangganan di Samarinda, Kalimantan Timur. Faktor ekonomi menjadi kendala terbesar di lapangan. Dishub Samarinda mengamati bahwa daya beli masyarakat tengah mengalami tekanan akibat tingginya biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar. (Dok TRIBUNKALTIM.CO)

Strategi Gelar Promo dan Jemput Bola 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu menjelaskan, untuk mendongkrak partisipasi, Pemkot Samarinda telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) yang memberikan potongan harga signifikan. 

Jika kendaraan pertama dikenakan biaya normal, maka kendaraan kedua dan ketiga dalam satu keluarga akan mendapatkan diskon 50 persen.

Artinya, motor kedua hanya dibanderol Rp200.000 per tahun, dan mobil kedua menjadi Rp500.000 per tahun.

Baca juga: Parkir Liar di Teras Samarinda Meningkat, Dishub Siapkan Solusi dan Evaluasi

Tidak hanya itu, Dishub kini melakukan strategi jemput bola dengan membuka gerai pendaftaran di berbagai pusat keramaian, seperti ajang kuliner 'Pedas Puas', Car Free Night (CFN), hingga Car Free Day (CFD) setiap akhir pekan.

Manalu kembali menegaskan bahwa retribusi parkir tepi jalan yang dikelola secara resmi akan masuk langsung ke kas daerah.

"Ini demi pembangunan Kota Samarinda yang lebih baik. Kami mengajak warga untuk berpartisipasi dalam program ini," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
VS
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved