Minggu, 14 Juni 2026

Berita Samarinda Terkini

Walikota Samarinda Andi Harun Siapkan Mitigasi Efisiensi Anggaran Hadapi Pelemahan Rupiah

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai menjadi perhatian berbagai daerah, termasuk Kota Samarinda

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/Gregorius Agung Salmon
KONDISI RUPIAH -  Walikota Samarinda, Andi Harun, mengakui kondisi nilai tukar rupiah yang melemah berpotensi memberikan dampak langsung terhadap pembangunan maupun daya beli masyarakat kota Samarinda. (TRIBUNKALTIM.CO/GREGORIUS AGUNG SALMON)   

Ringkasan Berita:
  • Walikota Samarinda Andi Harun memperingatkan dampak pelemahan rupiah terhadap pembangunan daerah
  • Kenaikan dolar AS memicu lonjakan biaya logistik dan harga material konstruksi impor seperti besi
  • Pemerintah Kota Samarinda menyiapkan langkah mitigasi melalui efisiensi anggaran yang ketat
  • Masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam pengeluaran dan memprioritaskan kebutuhan pokok

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai menjadi perhatian berbagai daerah, termasuk Kota Samarinda.

Walikota Samarinda, Andi Harun, mengakui kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak langsung terhadap pembangunan maupun daya beli masyarakat.

Menurut Andi Harun, kenaikan nilai dolar terhadap rupiah akan berimbas pada meningkatnya biaya logistik dan harga berbagai material yang digunakan dalam pembangunan, terutama yang masih bergantung pada komponen impor.

"Kalau ditanya apakah berdampak, tentu pasti berdampak. Karena naiknya nilai dolar terhadap rupiah itu pengaruh langsungnya kepada biaya logistik dan material," ujar Andi Harun.

Ia mencontohkan sejumlah bahan konstruksi seperti besi dan berbagai komponen pendukung pembangunan yang masih menggunakan bahan baku impor akan mengalami kenaikan harga ketika nilai tukar rupiah melemah.

Baca juga: Lahan Milik Pemkot Samarinda di Palaran Diduga Dijarah Ilegal, Andi Harun Gandeng Kejari

"Misalnya besi, terutama komponen-komponen yang berasal dari impor. Itu tentu akan memengaruhi biaya pembangunan," katanya.

Meski demikian, Andi Harun menegaskan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi agar dampak pelemahan rupiah tidak terlalu membebani program pembangunan yang sedang berjalan.

Salah satu strategi yang dinilai paling penting adalah menerapkan efisiensi anggaran secara lebih ketat, baik di lingkungan pemerintah maupun masyarakat.

"Itu sebabnya kita perlu melakukan mitigasi dalam bentuk efisiensi. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, dampak depresiasi rupiah tidak hanya dirasakan pemerintah dalam menjalankan proyek pembangunan, tetapi juga memengaruhi kemampuan belanja masyarakat sehari-hari.

Karena itu, ia mengajak masyarakat mulai lebih selektif dalam mengatur pengeluaran dan mengutamakan kebutuhan yang benar-benar penting.

"Saatnya kita selektif, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk membelanjakan uang pada hal-hal yang benar-benar dibutuhkan," tegasnya.

Andi Harun menilai kondisi ekonomi saat ini menuntut semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan.

Ia mengingatkan agar pengeluaran yang tidak prioritas dapat ditekan, terutama pembelian barang yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap komponen impor.

"Situasinya sekarang memang mengharuskan kita berhemat. Kita harus menghindari belanja yang tidak terlalu prioritas, apalagi barang-barang yang komponen impornya tinggi," katanya.

Baca juga: APBD Samarinda Anjlok dari Rp5,8 Triliun ke Rp3,2 Triliun, Ini Strategi Walikota Andi Harun

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
VS
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved