Berita Samarinda Terkini
Walikota Samarinda Andi Harun Siapkan Mitigasi Efisiensi Anggaran Hadapi Pelemahan Rupiah
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai menjadi perhatian berbagai daerah, termasuk Kota Samarinda
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Samir Paturusi
Ringkasan Berita:
- Walikota Samarinda Andi Harun memperingatkan dampak pelemahan rupiah terhadap pembangunan daerah
- Kenaikan dolar AS memicu lonjakan biaya logistik dan harga material konstruksi impor seperti besi
- Pemerintah Kota Samarinda menyiapkan langkah mitigasi melalui efisiensi anggaran yang ketat
- Masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam pengeluaran dan memprioritaskan kebutuhan pokok
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai menjadi perhatian berbagai daerah, termasuk Kota Samarinda.
Walikota Samarinda, Andi Harun, mengakui kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak langsung terhadap pembangunan maupun daya beli masyarakat.
Menurut Andi Harun, kenaikan nilai dolar terhadap rupiah akan berimbas pada meningkatnya biaya logistik dan harga berbagai material yang digunakan dalam pembangunan, terutama yang masih bergantung pada komponen impor.
"Kalau ditanya apakah berdampak, tentu pasti berdampak. Karena naiknya nilai dolar terhadap rupiah itu pengaruh langsungnya kepada biaya logistik dan material," ujar Andi Harun.
Ia mencontohkan sejumlah bahan konstruksi seperti besi dan berbagai komponen pendukung pembangunan yang masih menggunakan bahan baku impor akan mengalami kenaikan harga ketika nilai tukar rupiah melemah.
Baca juga: Lahan Milik Pemkot Samarinda di Palaran Diduga Dijarah Ilegal, Andi Harun Gandeng Kejari
"Misalnya besi, terutama komponen-komponen yang berasal dari impor. Itu tentu akan memengaruhi biaya pembangunan," katanya.
Meski demikian, Andi Harun menegaskan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi agar dampak pelemahan rupiah tidak terlalu membebani program pembangunan yang sedang berjalan.
Salah satu strategi yang dinilai paling penting adalah menerapkan efisiensi anggaran secara lebih ketat, baik di lingkungan pemerintah maupun masyarakat.
"Itu sebabnya kita perlu melakukan mitigasi dalam bentuk efisiensi. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, dampak depresiasi rupiah tidak hanya dirasakan pemerintah dalam menjalankan proyek pembangunan, tetapi juga memengaruhi kemampuan belanja masyarakat sehari-hari.
Karena itu, ia mengajak masyarakat mulai lebih selektif dalam mengatur pengeluaran dan mengutamakan kebutuhan yang benar-benar penting.
"Saatnya kita selektif, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk membelanjakan uang pada hal-hal yang benar-benar dibutuhkan," tegasnya.
Andi Harun menilai kondisi ekonomi saat ini menuntut semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan.
Ia mengingatkan agar pengeluaran yang tidak prioritas dapat ditekan, terutama pembelian barang yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap komponen impor.
"Situasinya sekarang memang mengharuskan kita berhemat. Kita harus menghindari belanja yang tidak terlalu prioritas, apalagi barang-barang yang komponen impornya tinggi," katanya.
Baca juga: APBD Samarinda Anjlok dari Rp5,8 Triliun ke Rp3,2 Triliun, Ini Strategi Walikota Andi Harun
| 3 Alasan Program Parkir Berlangganan di Samarinda Masih Sepi Peminat, Ada Diskon 50 Persen |
|
|---|
| Dishub Samarinda Evaluasi Program Parkir Berlangganan yang Sepi Peminat |
|
|---|
| DPRD dan Dishub Samarinda Siapkan Kantong Parkir Atasi Truk di Bahu Jalan |
|
|---|
| DLH Samarinda Evaluasi Operasional 10 Unit Insinerator Sampah, Terapkan Strategi TPS Terpilah |
|
|---|
| Jadwal Mati Lampu Samarinda Sabtu 13 Juni 2026, Cek Daftar Jalan yang Terdampak Pemadaman PLN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260713-Walikota-Samarinda-Andi-Harun.jpg)