Berita Samarinda Terkini
Cuma Rp1.000 Sehari, Ini Hitung-hitungan Hemat Parkir Berlangganan di Samarinda
Program parkir berlangganan di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, menawarkan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan parkir konvensional.
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Parkir berlangganan lebih hemat, dengan biaya sekitar Rp1.077 per hari untuk motor dan Rp2.700 per hari untuk mobil.
- Dishub Samarinda menargetkan PAD parkir Rp200 miliar pada 2026, namun mengakui kondisi ekonomi masyarakat menjadi tantangan.
- Pemkot Samarinda memberikan diskon 50 persen untuk kendaraan kedua dan ketiga dalam satu keluarga guna meningkatkan jumlah peserta.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Program parkir berlangganan yang diterapkan Pemerintah Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, menawarkan biaya yang jauh lebih hemat dibandingkan sistem parkir konvensional.
Dengan tarif Rp400.000 per tahun untuk sepeda motor, masyarakat hanya perlu mengeluarkan sekitar Rp1.077 per hari untuk menikmati layanan parkir tepi jalan tanpa batas selama satu tahun.
Skema tersebut menjadi salah satu alasan yang terus disosialisasikan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda guna meningkatkan minat masyarakat terhadap program parkir berlangganan yang mulai diterapkan sejak 2025 lalu.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan bahwa parkir berlangganan memungkinkan pengguna kendaraan membayar satu kali dalam setahun untuk menggunakan fasilitas parkir tepi jalan berkali-kali tanpa harus membayar setiap kali berhenti.
Baca juga: Dishub Samarinda Evaluasi Program Parkir Berlangganan yang Sepi Peminat
Parkir berlangganan dikenakan tarif Rp400.000 per tahun untuk kendaraan roda dua dan Rp1 juta per tahun untuk kendaraan roda empat.
Jika dihitung secara rata-rata, biaya parkir berlangganan untuk sepeda motor hanya sekitar Rp1.077 per hari.
Angka tersebut dinilai jauh lebih murah dibandingkan tarif parkir reguler yang berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000 setiap kali parkir.
Sementara itu, untuk kendaraan roda empat, biaya berlangganan yang dibayarkan pemilik kendaraan setara sekitar Rp2.700 per hari.
Baca juga: Target Peluncuran April, Pemkot Samarinda Matangkan Parkir Berlangganan untuk Tekan Kebocoran PAD
Meski menawarkan nilai ekonomis yang cukup besar, program ini belum berjalan maksimal.
Hingga saat ini, jumlah kendaraan yang terdaftar masih tergolong rendah dibandingkan total populasi kendaraan di Kota Samarinda.
"Nah, parkir berlangganan ini sebenarnya sudah jalan di Kota Samarinda cuma belum masif dan pada saat ini pendaftar sudah hampir 300 lebih kendaraan," ujar pria yang akrab disapa Manalu itu belum lama ini.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam hearing Komisi III DPRD Samarinda bersama Dishub Samarinda, jumlah kendaraan di Kota Tepian mencapai hampir 971 ribu unit.
Baca juga: Apa Itu Parkir Berlangganan di Samarinda? Kenali Sistem, Tarif, Batasan Lokasi, hingga Insentifnya
Dari jumlah tersebut, sekitar 886 ribu unit merupakan kendaraan roda dua, sedangkan sisanya kendaraan roda empat.
Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, pendapatan dari program parkir berlangganan juga diarahkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda.
"Kalau target PAD yang ditetapkan dimurni 2026 ini 200 miliar dari dishub itu dari sisi parkir aja," ungkapnya.
| Wartawan Legend Bedapatan ke-4 di Samarinda, Gelar Haul untuk 120 Jurnalis yang Telah Tiada |
|
|---|
| Waketum DPP AMPI Bedah Kebijakan Reformasi Tata Kelola Energi di Samarinda |
|
|---|
| Mahasiswi di Samarinda jadi Korban Penembakan, Pelaku Diringkus Kurang dari 4 Jam |
|
|---|
| Konvensi Media Siber di Samarinda Bahas Tantangan Etika dan Literasi |
|
|---|
| Walikota Samarinda Andi Harun Siapkan Mitigasi Efisiensi Anggaran Hadapi Pelemahan Rupiah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250907_Penerapan-sistem-parkir-berlangganan-di-Samarinda.jpg)