TribunKaltim/

Dugaan Pungli TPK Palaran

Megapungli TPK Palaran Terungkap, Harga Barang di Kota Tepian Bakal Turun

Pasca pengungkapan kasus tersebut, pengusaha, kata Podung, tak perlu lagi mengeluarkan biaya parkir truk kontainer, berikut ongkos buruh.

Megapungli TPK Palaran Terungkap, Harga Barang di Kota Tepian Bakal Turun
Tribunkaltim.co/Nevrianto Hardi Prasetyo
Aktivitas di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran. Foto diambil Senin (20/3/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Terungkapnya megapungli di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, akan berpengaruh terhadap harga barang yang beredar di Kota Tepian.

Wakil Ketua Bidang Logistik, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim, Sevana Podung menjelaskan, terungkapnya mega pungli ini membuat biaya bongkar muat plus transportasi barang, menjadi murah.

"Pasti akan berpengaruh terhadap harga barang menjadi lebih murah," kata Podung, Jumat (24/3/2017).

Pasca pengungkapan kasus tersebut, pengusaha, kata Podung, tak perlu lagi mengeluarkan biaya parkir truk kontainer, berikut ongkos buruh, untuk bongkar muat barang.

"Sekarang semua sudah tidak ada. Tidak ada biaya parkir, dan biaya buruh. Ini luar biasa dampaknya," katanya lagi.

Baca: Masih Ngantor di DPRD Samarinda, Ketua Komura Merasa tak Bersalah

Meski terbilang cukup kecil, namun, biaya parkir dan tenaga buruh bongkar muat, dirasa Podung cukup membebani pengusaha. Diketahui, untuk sekali masuk ke TPK Palaran, truk dikenakan tarif Rp 20 ribu. Ditambah biaya Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) sebesar Rp 182 ribu. Sejatinya, kata Podung, TPK tidak memerlukan banyak TKBM.

"Rp 20 ribu memang kecil. Tapi kalau dalam sehari 10 kali bolak-balik, kan sudah Rp 200 ribu. Kalau sebulan? Begitu juga untuk bongkar muat," urainya.

Semua biaya yang dikeluarkan pengusaha ini, kata Podung, akan dibebankan ke konsumen dengan cara menaikkan harga barang.

Baca: Sekretarisnya Punya Rumah Mewah dan Deposito Miliaran, Ketua Komura Persilakan Polisi Cek Hartanya

"Makanya, dampak dari pengungkapan kasus ini, harga barang akan murah," kata Podung.

 Diketahui, megapungli ini menyasar Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Samudera Sejahtera (Komura) dan, Koperasi Serba Usaha (KSU) Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu (PDIB).

Terungkapnya megapungli ini membuat pengusaha tak perlu membayar biaya truk masuk ke TPK Palaran dan biaya buruh bongkar muat. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help