TribunKaltim/

Komunitas Pecinta Reptil Kagetkan Pengunjung Tenggarong Fair

AJANG Tenggarong Fair kian semarak dengan kehadiran komunitas pecinta reptil di halaman parkir Stadion Rondong Demang Tenggarong

Komunitas Pecinta Reptil Kagetkan Pengunjung Tenggarong Fair
TRIBUN KALTIM / RUDY FIRMANTO
Memperingati Hari Batik Nasional, komunitas pecinta reptil Borec menggelar gathering di sebuah supermarket di kawasan MT Haryono Balikpapan, Minggu (2/10/2016) sore. 

TRIBUNKALTIM.CO - AJANG Tenggarong Fair kian semarak dengan kehadiran komunitas pecinta reptil di halaman parkir Stadion Rondong Demang Tenggarong, Jumat (6/10) sore. Beberapa pecinta reptil asal Tenggarong memamerkan hewan reptil koleksi mereka, seperti ular, iguana hingga buaya.

SEJUMLAH pengunjung kaget dengan kedatangan komunitas reptil ini. Namun mereka berebut untuk berfoto bareng dengan hewan reptil. Namun tak sedikit pengunjung yang justru ketakutan untuk mendekati binatang melata itu.

Memey (29), warga Jalan Danau Aji Tenggarong, memamerkan ular piton jenis albino koleksinya. Ia mengalungkan ular itu di lehernya. Bahkan sesekali hewan melata itu melingkari lengan dan pinggangnnya. Ia mengaku sudah lama menyukai ular, namun mulai berani memeliharanya sejak 4 bulan terakhir.

Baca: Murid SD di Tanjung Selor Ditanya Presiden Jokowi, Jawabannya Bikin Tertawa

"Mama saya melarang pelihara ular. Mama sangat takut sama ular," tuturnya. Namun belakangan mamanya justru mengizinkan putrinya memelihara ular piton. Apalagi sang suami juga memiliki hobi serupa. Saat ini Memey memiliki 5 ekor ular jenis piton. Ular piton ini diberi makan kelinci atau tikus putih.

"Saya memelihara sendiri tikus putih. Kalau kelinci, saya baru beli," tutur perempuan yang bergabung dalam Komunitas Pecinta Reptil Samarinda ini.

Reptil peliharaannya ini diberi makan 10 hari hingga 2 minggu sekali. Satu ekor ular disiapkan 1-2 ekor tikus putih atau seekor kelinci untuk sekali makan. Paling tidak, Memey menyiapkan anggaran Rp 50 ribu untuk beli seekor kelinci tiap bulan. Tidak semua ularnya diberi makan kelinci, hanya seekor saja. Dia juga menyiapkan bak berisi air untuk minum.

Baca: Begini Pengakuan Luna Maya soal Fotonya dengan Orangutan

Ular piton milik Memey menjadi buruan pengunjung. Mereka bergantian ingin memegang hewan jinak itu, untuk selanjutnya diabadikan lewat kamera ponsel mereka. Memey pun dengan senang hati memberikan hewan peliharaannya itu kepada setiap pengunjung yang ingin berfoto. Pengunjung bebas berfoto dengan gratis.

Geofani, warga Jalan Ahmad Yani Tenggarong membawa 2 ekor anak buaya di lokasi Tenggarong Fair. Seekor anak buaya ditaruhnya di akuarium. Sedangkan seekor lagi ukuran agak besar dipegangnya. Ia membeli anak buaya itu dari rekan sesama komunitas pecinta reptil.

Ia memberinya makan ayam mentah. "Seminggu bisa 1-2 kali diberi makan daging ayam yang ukurannya tidak sampai satu kilogram," ujarnya.

Baca: Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Grativikasi, Abun Siap Diperiksa KPK

Ia mengaku punya 4 ekor buaya di rumahnya. Namun 2 ekor yang sudah usia dewasa dititipkan kepada omnya. Ia mengatakan, buaya peliharaannya ini menjadi jinak karena ada perlakuan khusus yang tidak semua orang mengetahuinya. "Buaya ini jinak asalkan kita pintar dalam memperlakukannya," ucap Geofani. (*)

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help