TribunKaltim/

Dikawal Ratusan Pendukung, Doddy Datangi Kejari dan Langsung Ditahan

Wakil Ketua DPRD Kaltim (non aktif) Doddy Rondonuwu akhirnya memenuhi janjinya menyerahkan diri ke pihak Kejari Bontang

Dikawal Ratusan Pendukung, Doddy Datangi Kejari dan Langsung Ditahan
Tribun Kaltim/Udin Dohang
Doddy Rondonuwu menjelaskan perkara korupsi uang menjerat fotonya kepada ratusan Kadir PDIP di halaman kejaksaan Bontang 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Wakil Ketua DPRD Kaltim (non aktif) Doddy Rondonuwu akhirnya memenuhi janjinya menyerahkan diri ke pihak Kejaksaan Negeri Bontang, Senin (4/12). Doddy dikawal ratusan kader PDI Perjuangan Bontang memenuhi panggilan ketiga --eksekusi-- Kejari Bontang, terkait kasus korupsi berjamaah DPRD Bontang periode 2000-2004. Doddy harus menjalani penahanan setelah ada putusan final dari Mahkamah Agung.

Doddy yang mengenakan celana hitam dipadu baju koko warna putih dan kopiah hitam tiba di Kejari Bontang, Jl Awang Long, Bontang Utara, sekitar pukul 13.20 Wita. Politisi senior PDIP Kaltim ini langsung digiring ke ruang Plt Kajari Bontang Agus Kurniawan.

Sementara ratusan loyalis Doddy menunggu di halaman kantor Kejari. Mereka berbaur dengan puluhan personel kepolisian dan pegawai Kejari Bontang.

Baca: Misteri Pembunuh Warsinah Terungkap, Ternyata Pelaku Suaminya Sendiri

Usai menemui Plt Kejadi Bontang, Doddy menemui para loyalisnya. Dia menjelaskan detail perkara dugaan korupsi berjamaah DPRD Bontang periode 2000-2004 yang menjerat dirinya. Doddy membantah tudingan sejumlah pihak yang menyebut dirinya mangkir dari eksekusi Kejaksaan. Ia mengaku sedang menjalani terapi atas penyakit susah istirahat tidur yang dideritanya.

"Saya mau meluruskan kepada teman-teman, saya tidak pernah menghindar atau lari. Saya murni menjalani terapi karena susah tidur," ujarnya saat memberikan keterangan pers, sesaat setelah keluar ruangan Plt Kajari Bontang, Agus Kurniawan.

Menurut Doddy, penyakit susah tidur sudah berlangsung kurang lebih lima tahun. Selama itu, dirinya menjalani terapi menggunakan RESMED yakni alat bantu tidur.

Doddy yang didampingi istrinya Dewi, Ketua DPC PDIP Bontang Martinus Baco, dan dua anggota DPRD Bontang dari PDIP Sudiyo dan Agus Suhadi, serta jajaran pengurus PDIP Bontang sempat memperlihatkan alat RESMED yang digunakan. "RESMED ini sudah melebihi istri saya. Kemana-mana saya bawa," ungkap Doddy.

Baca: Ini Dia Jumlah Pemilih Potensial Pilkada Serentak 2018 di 31 Provinsi

Lebih lanjut, Doddy mengungkapkan, isu yang selama ini berkembang di masyarakat sangat bias. Di antaranya, dirinya terlibat korupsi senilai Rp 6,6 miliar. Isu tersebut dinilai merugikan karena faktanya, nilai korupsi Rp 6 miliar melibatkan seluruh 25 anggota DPRD periode 2000-2004. Dia hanya divonis merugikan keuangan negara Rp 214 juta. Uang itu antara lain untuk pengadaan fasilitas seperti pin, baju, celana, ikat pinggang, hingga kaos kaki.

"Nilai kerugian negara atas perkara saya itu Rp 214 juta, tapi saya sudah kembalikan Rp 244 juta sebelum ditetapkan jadi tersangka. Jadi sebenarnya sudah tidak kerugian negara atas kasus saya. Malah ada kelebihan bayar Rp 30 juta kepada negara," papar Doddy disambut teriakan 'Merdeka' oleh loyalisnya.

Doddy pun meminta seluruh kader dan simpatisan PDIP tetap bersatu dan solid membesarkan partai, serta legawa menerima putusan hukum yang menimpa dirinya. "Sudah ya, tidak usah ikut konvoi antar saya. Saya chek in dulu," kata Doddy sembari tersenyum lebar.

Baca: Marsekal Hadi Tjahjanto - Calon Panglima Baru TNI, Simak Rincian Harta Kekayaannya

Sekedar diketahui, Doddy dijerat kasus korupsi berjamaah dana asuransi DPRD Bontang periode 2004-2009. Awalnya, Doddy bersama beberapa koleganya di DPRD Bontang, Asriansyah, divonis hukuman 14 bulan penjara oleh Majelis Hakim PN Bontang. (*)

Penulis: Udin Dohang
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help