Edisi Cetak Tribun Kaltim

Pilgub Kaltim, Walikota di Dua Kota Besar Punya Potensi, Partai tak Bisa Hanya Sekadar Mengusung

Ini tak lepas dari potensi besar jadi pemenang Pilkada, yang bisa saja terjadi jika berhasil dapatkan suara di beberapa kota/daerah besar di Kaltim.

Pilgub Kaltim, Walikota di Dua Kota Besar Punya Potensi, Partai tak Bisa Hanya Sekadar Mengusung
Ilustrasi
Pilgub Kaltim 2018 
News Analysis
Pengamat Politik Unmul, Prof. Sarosa Hamungpranoto
Prof Sarosa Hamongpranoto, Pengamat Sosial Univeritas Mulawaman
Prof Sarosa Hamongpranoto, Pengamat Sosial Univeritas Mulawaman (tribunkaltim.co/fachmi rachman)
SAAT ini, pasangan calon juga belum ada yang pasti. Terlebih juga belum ada tanda‑tanda deklarasi calon yang akan berpasangan dengan siapa.
Untuk pasangan Jaang dan Rizal, memang ada potensi untuk bersatu lagi.
Ini tak lepas dari potensi besar jadi pemenang Pilkada, yang bisa saja terjadi jika berhasil dapatkan suara di beberapa kota/daerah besar di Kaltim.
Sebut saja Balikpapan, Samarinda, Kukar dan ditambah Bontang. 
Keduanya adalah walikota di dua kota besar itu, yang pasti memiliki suara besar di daerah masing‑masing.
Paling tidak, kesempatan untuk bisa dapatkan suara banyak di daerahnya, bisa lebih besar daripada kandidat lain yang belum atau tidak pernah menjabat sebagai pemegang pemerintahan di Balikpapan dan Samarinda. 

Baca: Unggah Foto Ini, Kaki Iis Dahlia Bikin Netizen Salah Fokus: Lebay Bgt Emng Ratusan Juta Yaa.

Baca: Sering Kepo, dari Mana Asal Muasal Harta Kekayaan Roro Fitria? Ternyata Ini 7 Pabrik Uang Miliknya

Baca: Kejurkot Bola Tangan, SMPN 1 dan 18 Raih Gelar Juara

Hal ini juga bisa dipelajari dari kemenangan Awang Faroek di periode keduanya, yang saat itu juga ada andil suara Alm. Mukmin Faisyal yang merupakan mantan Wakil Walikota Balikpapan.
Apalagi, ada juga faktor suara pemilih di Kukar yang kini bisa diperebutkan usai tak majunya kandidat calon dari daerah mereka, Rita Widyasari. 
Jika mereka (Jaang‑Rizal) maju, tinggal kumpulkan suara di daerah yang lain, seperti Kukar dan Bontang.
Tetapi, ini semua kembali pada partai pengusung. Ada pola saat ini, terlihat jika partai tak hanya sekedar menjadi kendaraan politik saja. 
Partai tak hanya sekadar mengusung saja kemudian membiarkan pasangan calon jalan sendiri.
Partai di Kaltim saat ini solid, sehingga peran mereka bukan hanya mengusung, tetapi juga menggolkan pilihan mereka sampai jadi pemenang.
Untuk itulah figur siapa yang dipilih partai sangat penting dan menentukan.
(*)
Penulis: Anjas Pratama
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help