Gurita Korupsi di Kota Raja

Hakim Sebut Kesaksian Sekda Kukar Dalam Sidang Korupsi Bupati Rita Berbelit, Jaksa Tunjukkan Foto

Di sini tuh nggak ada tekanan kalau emang benar, seperti itu. Saudara ditanya tentang Khoi atau Khaerudin saja tadi berbelit-belit.

Hakim Sebut Kesaksian Sekda Kukar Dalam Sidang Korupsi Bupati Rita Berbelit, Jaksa Tunjukkan Foto
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus suap pemberian izin lokasi perkebunan di Kutai Kartanegara Rita Widyasari mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (7/3/2018). Sidang Bupati Kutai Kartanegara nonaktif itu beragenda mendengarkan keterangan saksi. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Ketua Majelis Hakim Sugiyanto yang menyidangkan perkara korupsi Bupati nonaktif Kutai Kartanegara mengatakan bahwa keterangan saksi fakta Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, Marli berbelit.

"Di sini tuh nggak ada tekanan kalau emang benar, seperti itu. Saudara ditanya tentang Khoi atau Khaerudin saja tadi berbelit-belit. Setelah dibuka begini kamu baru benarkan," tegas Sugiyanto.

Hal itu ditegaskan oleh Sugiyanto setelah Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) menampilkan sejumlah percakapan via aplikasi WhatsApp lewat proyektor antara Marli dan Khaerudin yang merupakan terdakwa dua dalam kasus gratifikasi Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Rita Widyasari.

Salah satu pesan yang ditampilkan oleh JPU KPK dalam persidangan tersebut antara lain menampilkan bahwa Marli meminta Khaerudin untuk mengurus mutasi pegawai di lingkungan Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Tindak lanjut LHP BPK. Nyusul mutasi (pegawai Kabupaten Kukar) ya, Din (Khaerudin-red)," demikian ditampilkan dalam salah satu pesan.

Baca: Polisi Kelimpungan Urus Tahanan Narkoba, Utang Makanan sampai Rp 1,7 Miliar

Baca: Wah Gawat, Kakanwil Kemenkumham Kaltim Sebut 30 Petugas Lapas dan Rutan Terlibat Narkoba

Baca: Di Sidang Dana Hibah, Ketua LPK Prima Jaya Utama Akui Lakukan Mark Up

Selain itu, JPU KPK juga menampilkan foto-foto anggota tim pemenangan Rita untuk menjadi Bupati (tim sebelas).

Meski awalnya sempat mengaku tidak bisa melihat dengan jelas orang-orang dalam foto tersebut, Marli pun akhirnya mengakui mengenal beberapa di antaranya, termasuk Khaerudin setelah ia diminta mendekat ke komputer jinjing yang digunakan KPK untuk menunjukan foto-foto tersebut.

Halaman
1234
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help