Pilkada Tarakan

ASN di Tarakan yang Diduga Melanggar Displin akan Dipangggil

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tarakan kembali memberikan surat rekomendasi terhadap BKPP Tarakan.

ASN di Tarakan yang Diduga Melanggar Displin akan Dipangggil
Tribun Kaltim/Geafry Necolsen
Ilustrasi ASN di Kabupaten Berau 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Junisah

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tarakan kembali memberikan surat rekomendasi terhadap Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tarakan, bahwa ada satu ASN yang diduga melakukan pelanggaran displin ASN, karena tidak netral di Pilkada Tarakan.

Terkait pemberian surat rekomendasi ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Pengembangan Displin dan Kesejahteraan ASN BKPP Kota Tarakan, Muhammad Sa’Auddin Hakim.

Pria yang akrab disapa Didin mengatakan, pihaknya baru menerima surat rekomendasi tersebut Senin (16/4/2018).

Baca: Satu Lagi ASN di Tarakan Diduga Melakukan Pelanggaran Tidak Netral di Pilkada

“Yah kami sudah terima surat rekomendasinya kemarin. Rencananya baru hari ini akan saya laporkan dan diskusikan dengan pimpinan (Kepala BKPP) untuk membicarakan langkah-langkah seperti apa yang akan diambil,” ucapnya, Selasa (17/4/2018).

Menurut Didin, untuk pemberian sanksi terhadap ASN yang diduga melanggar disiplin, karena ketidaknetralan di Pilkada Tarakan, pihaknya harus terlebih dahulu memanggil ASN yang bersangkutan untuk mengetahui kronologi kejadiannya.

“Biasanya kita panggil dulu ASN bersangkutan untuk dimintai keterangannya. Setelah itu hasil keterangan ASN bersama surat rekomendasi dari Bawaslu Kota Tarakan kita simpulkan dan kita serahkan kepada tim yang mengambil keputusan untuk memberikan sanksi,” ujarnya.

Baca: Polisi Bongkar Togel Jaringan Luar Negeri di Samboja, Omset Ratusan Juta Bro!

Didin mengatakan, pihaknya akan segera memanggil ASN yang bersangkutan tersebut, agar proses ini berjalan dengan cepat.

“Kita akan panggil segera, karena lebih cepat lebih baik, apalagi kita juga diberikan waktu selama dua minggu untuk memproses permasalahan ini,” katanya.

Saat ditanya apakah sanksi yang diberikan kepada ASN bersangkutan akan sama dengan dua ASN sebelumnya hanya berupa teguran saja, padahal sama-sama diduga melanggar dispilin ASN, karena ketidaknetralan di Pilkada Tarakan?

Baca: Hasil Riset Terbaru Minum Kopi Tiga Cangkir Sehari Bisa Melindungi dari Stroke

“Nah itu kita belum tahu juga sanksi apa yang diberikan. Sebab kita harus kumpulkan keterangan dari ASN bersangkutan dan setelah itu disimpulkan. Tapi untuk kasus kali ini berbeda. Kalau 2 ASN kemarin itu, kegiatannya bukan menghadiri sosialisasi kampanye melainkan kegiatan lain. Kalau yang 1 ASN ini menghadiri sosialisasi kampanye salah satu paslon. Jadi kita tunggu saja sanksi yang diberikan. Mudah-mudahan minggu depan bisa kita ketahui,” ungkapnya. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help