Gaduh Pidato Racun Kalajengking
Sebut Pidato Jokowi soal Racun Kalajengking Memalukan, Jubir PSI: Fadli Zon Ngawur
Oposisi zaman now kadang gagal melihat secara substantif ucapan dan keputusan Presiden serta cenderung tergesa-gesa ingin mengomentari
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Juru Bicara PSI bidang Kepemudaan, Dedek Prayudi atau yang akrab disapa Uki menganggap Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon telah gagal paham menanggapi pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal Racun Kalajengking pada Musrenbangnas dalam RKP 2019.
"Oposisi zaman now kadang gagal melihat secara substantif ucapan dan keputusan Presiden serta cenderung tergesa-gesa ingin mengomentari, sehingga terkesan ‘ngawur’. Tapi sah-sah saja biar publik yang menilai," kata Uki dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/4/2018).
Menurut Uki, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan Fadli Zon sebelum mengomentari pernyataan Presiden.
Baca: Masih Butuh 60 Dokter, RSUD Pemprov Kaltara Sulit Gaet Dokter Spesialis
Baca: HMI Sebut Belum Semua Sekolah di Kaltara Miliki Laboratorium
Baca: Sebuah Rumah Makan Terciduk Gunakan LPG 3 Kg Bersubsidi, Ini Akibatnya
"Saya mencatat setidaknya ada dua hal yang harus diperhatikan pak Fadli sebelum merespon pidato pak Jokowi, yakni konteks pidato dan substansi pidato.
Tanpa pemahaman dua itu, justru respon pak Fadli yang terkesan garbage in garbage out," kata Uki.
Uki menjelaskan bahwa secara substansi, dengan menyebut kalajengking sebagai komoditas yang paling mahal, pidato Presiden tersebut mengajak para Kepala Daerah agar tidak menyia-nyiakan waktu, sebuah komoditas yang paling mahal.
Baca: Bayi yang Ditemukan Mengapung di Sungai, Baru Lahir
Baca: Pemprov Bantu Material Bangunan Seharga Rp 15 Juta
Baca: Faisal Basri Sebut Rini Soemarno Kerap Langgar Aturan dan Rugikan Negara
"Mari kita lihat secara utuh pidato bagian kalajengking tersebut. Beliau mengatakan bahwa ada yang lebih mahal daripada komoditas termahal sekalipun, yaitu waktu.
Sedangkan racun kalajengking di sini digunakan sebagai contoh komoditas yang mahal tersebut," terang Uki.
Uki menambahkan bahwa melalui pidatonya, Presiden menginginkan cara kerja yang cepat.