Teriakan Bom di Pesawat

Yakin Mahasiswanya tak Ucapkan Kata Bom, Begini Penjelasan Dosen Untan soal FN

Dengan suaranya yang sangat kecil, saat bicara, kalau tidak terlalu konsen bisa salah arti dan salah tanggap.

Yakin Mahasiswanya tak Ucapkan Kata Bom, Begini Penjelasan Dosen Untan soal FN
KOMPAS.COM/ISTIMEWA
FN pria asal Wamena Papua saat diamankan di Bandara Supadio Senin (28/5/2018). FN ditahan pihak kepolisian karena menyebutkan membawa bom saat berada di dalam pesawat Lion Air JT 687 yang menimbulkan kepanikan penumpang. 

TRIBUNKALTIM.CO, PONTIANAK - Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura (Untan), Erdi Abidin menceritakan sisi FN yang ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian dengan kasus mengatakan membawa bom di dalam pewasat Lion Air adalah anak yang baik serta santun selama mengikuti perkuliahan di kampus biru tersebut.

Ketika proses belajar mengajar itu, Erdi sebutkan FN memang agak kesulitan berbahasa Indonesia, sebagai dosennya yang care, terhadap orang-orang yang berkebutuhan khusus seperti FN, maka setiap kali jam pelajaran yang diampunya selalu meminta FN untuk tampil di depan berbicara.

"Oleh karena itu, saat mata kuliah yang diambilnya dan diampuh oleh saya, saudara ini selalu datang dan kalau tak datang ia dicari.

Baca: Diluncurkan April Lalu di Jakarta, Jumlah Pesanan All New Vario di Samarinda Sudah Segini Banyak

Baca: Luis Milla Berharap 6 Pemain Senior Bisa Dongkrak Performa Timnas U-23 Indonesia

Baca: Dicekal di Eropa, Pengusaha Perkebunan Kaltim Lirik Pasar Sawit Asia

Setiap dia datang saya suruh ngomong, supaya melatih vokalnya, karena intonasi Papua yang cepat, kemudian saat bicara seakan mulutnya penuh, itu fenomena yang memang tak bisa dihindari dari saudara kita itu," ucap Erdi Abidin saat diwawancarai, Rabu (30/5/2018).

Dengan suaranya yang sangat kecil, saat bicara, kalau tidak terlalu konsen bisa salah arti dan salah tanggap.

"Kedua kita melihat dari case atau kasus yang ada, case ini menurut saya sama sekali tidak logic atau tidak masuk akal, hal yang tak tak masuk logika adalah dari orang-orang Lion Air dalam hal ini adalah pramugarinya.

Baca: Pramugari Disebut Salah Dengar Soal Kata Bom di Pesawat, Berikut Pernyataan Resmi Lion Air

Baca: Satlantas dan Dishub Berau Pasang Spanduk di Titik Rawan Jalur Mudik

Baca: Selama Ramadan, Pemain Muda Persiba Ini Ikut Orangtuanya Berjualan Kue Talam

Semestinya dengan sistem pelacakan dan kemanan yang dibangun di bandara itu apalagi sekelas internasional tidak mungkin bisa membawa bom, sekecil apapun logam atau yang membahayakan itu tidak bisa masuk di bandara apalagi dalam pesawat," tegasnya.

Hal yang tak logic itu adalah orang Lion Air sebutnya, mengapa ia katakan seperti itu.

Dengan kondisi sistem pengawasan di bandara harus dipercaya, kasus ini harus dilihat ketika yang bersangkutan sampai di pesawat artinya tidak mungkin membawa bahan berbahaya.

Baca: LIVE STREAMING - PSM Makassar Vs Madura United, Jam 20.30 WIB di Vidio.com

Baca: Dermaga Pasar Pagi Dibangun, Akan Ada Tempat Khusus Untuk Kapal Wisata

Baca: Berstatus Janda, tapi Penampilan 6 Artis Ini Masih Seperti ABG

Logika selanjutnya adalah ketika masuk dalam sistem maka harus percaya pada sistem itu. Seharusnya crew Lion Air, harus lebih hati-hati memberikan pengumuman pada publik dalam hal ini adalah penumpang.

"Harus clear dulu informasinya baru buat pengumuman, inikan belum clear dan sedang dalam proses lalu buat pengumuman yang membuat penumpang panik.

Jadi saya menyimpulkan sementara, saya yakin ia ini tidak menyatakan bom, kalau ia mengaku di depan penyidik mungkin karena tertekan dan kita minta rekamannya kalau memang ada dia ngucapkan bom, crew yang ada harus lebih banyak belajar lagi," tegas Erdi.

Baca: Terry Kembali Beraksi, Pelabuhan Samarinda Jadi Persinggahan

Baca: Ketua DPRD Balikpapan Sebut Sekwan Jangan Sekadar Diganti tapi Juga Diberi Sanksi

Baca: Tok, Putusan Hakim, 2 Bos First Travel Harus Mendekam Selama Ini di Penjara

Ia meminta polisi harus melihat ini secara utuh dan runut, karena kasus ini tak masuk dalam logika dengan sistem keamanan yang ada di bandara dan FN sudah masuk dalam pesawat artinya tidak mungkin membwa bom.

"Saya melihat ini crew Lion Air lah tidak hati-hati dalam memberikan pengumuman dan membuat orang panik. Semestinya mereka membuat tenang, ini harus dijadikan pembelajaran bagi crew penerbangan bagaimana menenangkan penumpang," pungkasnya. (Tribun Pontianak, Syahroni)

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Bom Joke di Bandara Supadio, Dosen Untan: Saya Yakin Narigi Tidak Menyatakan Bom, http://pontianak.tribunnews.com/2018/05/30/bomb-joke-di-bandara-supadio-dosen-untan-saya-yakin-narigi-tidak-menyatakan-bom.
Penulis: Syahroni
Editor: Rizky Zulham

Editor: Amalia Husnul Arofiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help