Dipastikan Tidak Dianggarkan THR, Honorer Kaltim Berharap Ada Keajaiban

Pemprov Kaltim dinilai melangg Pancasila sila ke-2, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Dipastikan Tidak Dianggarkan THR, Honorer Kaltim Berharap Ada Keajaiban
TRIBUN KALTIM/ANJAS PRATAMA
Kadisdik Kaltim, Dayang Budiati (jilbab) usai turun dari pagar dalam demo terkait pendidikan di Kantor Gubernur Kaltim beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemprov Kaltim dinilai melangg Pancasila sila ke-2, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Demikian dikemukakan Ketua Forum Pegawai Tidak Tetap Honorer se Kaltim Wahyuddin, menanggapi tidak adanya Tunjangan Hari Raya (THR) bagi guru dan tenaga kependidikan honorer (non PNS) tahun ini.

"Ya sama-sama guru, kerjanya sama, hanya beda status saja. Tapi, yang satu (PNS) berlimpah THR, yang lainnya (honor) tidak dapat apa-apa. Ini kan tak adil dan tak beradab," kata Wahyuddin, Kamis (7/6).

Wahyuddin meminta Pemprov Kaltim bijak menyikapi persoalan THR untuk guru, tanpa memandang status kepegawaian. "Tidak perlu pandang kami yang honor ini. Tapi, pandanglah keluarga kami. Anak kami, tidak mau tahu Bapaknya PNS atau honorer, yang mereka tahu, Lebaran juga mau pakai baju baru seperti anak guru PNS. Jika demikian, di mana keadilan pemprov," ucap Wahyuddin.

Baca: Dua Tahun Guru Honor tak Dapat THR, PGRI Sesalkan Sikap Pemprov Kaltim

Wahyuddin menyayangkan surat Disdikbud Kaltim yang menyatakan THR hanya untuk guru pendidik, baru diterbitkan jelang cuti Lebaran. "Kalau surat itu diterbitkan lebih awal, mungkin kami bisa aksi. Ini sudah tinggal sehari libur," ucapnya.

Meski waktu efektif kerja tinggal sehari, namun Wahyuddin berharap ada keajaiban kebijakan Gubernur Kaltim perihal THR untuk honorer.

"Kan tinggal besok hari kerja. Bank juga sudah tutup. Tapi, tak apa. Kasih kami kejelasan dulu. Kalaupun THR baru bisa dibayarkan usai Lebaran tak apa, yang pasti, beri kami kepastian saat ini," tegas Wahyuddin.

Wahyuddin juga menyesalkan adanya perbedaan sikap antara Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dengan Kepala Disdikbud Kaltim Dayang Budiati. Diketahui, saat dikonfirmasi wartawan usai buka puasa bersama SKK Migas, Gubernur Awang menuturkan Pemprov melalui SKPD sudah menyiapkan THR untuk honorer.

Baca: Persiapan Musyawarah Nasional Apeksi XIII Telah 90 Persen

Sementara, Dayang dalam suratnya tertanggal 5 Juni menyebutkan THR hanya untuk guru dan tenaga pendidik PNS.

"Ini mana yang benar. Mana yang harus dipercaya. Tapi, masa sih untuk THR yang hanya setahun sekali Pemprov tidak bisa menganggarkan. Sementara saat SMA/SMK masih di kabupaten/kota, THR ada," ujar Wahyuddin. (*)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help