Israel Pesan 14 Unit Pesawat Siluman F-35 Senilai Rp 43,5 Triliun

Pemerintah Israel memesan sebanyak 14 unit pesawat siluman F-35 kepada Lockheed Marthin seharga Rp 43,5 triliun.

Israel Pesan 14 Unit Pesawat Siluman F-35 Senilai Rp 43,5 Triliun
(Lockheed Martin/Jerusalem Post)
Jet tempur siluman baru Israel, F-35, buatan Lockheed Martin, AS, dalam terbang uji coba. (Foto: Dok) 

TEL AVIV-- Israel akan membeli 14 unit pesawat tempur siluman F-35 dari perusahaan Lockheed Martin dengan biaya sekitar $ 110 juta masing-masing (sekitar Rp 1,5 Triliun)/unit, Kementerian Pertahanan mengatakan, Minggu (25/6).

"Kementerian Pertahanan akan membeli tambahan 14 F-35 dengan anggaran sekitar $ 3 miliar (sekitar Rp 43 ,5 triliun), setiap pesawat berharga rata-rata $ 110 juta," kata pernyataan kementerian.

Kesepakatan senilai $ 2,82 miliar, yang mencakup elemen teknologi dan pelatihan lainnya, ditandatangani pada akhir pekan setelah disetujui oleh komite menteri pada November.

Inilah sosok pesawat tempur multiguna paling canggih F-35 buatan Lockheed Martin Corp.
Inilah sosok pesawat tempur multiguna paling canggih F-35 buatan Lockheed Martin Corp. (wikia.com)

Baca: Kalah dengan Perjanjian, Turki Tetap Menerima Dua F-35 Pesawat Tempur Tercanggih AS

Baca: Senat AS Sahkan Larangan Jual Jet Tempur Termahal F-35 ke Turki

Baca: Belanda Ajak Denmark dan Norwegia Patungan Beli F-35

Ini termasuk pembelian 14 pejuang siluman serta opsi untuk membeli 17 pesawat siluman lainnya. Ini merupakan kelanjutan dari perjanjian yang ditandatangani pada tahun 2010 untuk membeli 19 pesawat F-35.

Kesepakatan itu akan melihat senjata Israel dan sistem penerbangan terintegrasi ke dalam pesawat dalam sebuah langkah yang akan menyuntikkan puluhan juta shekel ke dalam ekonomi lokal, kata kementerian itu.

Ini sosok sangar pesawat tercanggih buatan AS F-35 yang dibeli oleh Turki, sebagai kontrak penjualan senilai Rp 11 triliun, meski diblokir oleh Senat.
Ini sosok sangar pesawat tercanggih buatan AS F-35 yang juga dibeli oleh Turki, sebagai kontrak penjualan senilai Rp 11 triliun, meski diblokir oleh Senat. (Yeni ?afak)

Angkatan pertama pesawat diharapkan tiba di Israel pada akhir 2016.

Ketika perjanjian awal diumumkan pada 2010, Kementerian Pertahanan mengatakan bagian penting dari kesepakatan itu adalah kesepakatan untuk mengizinkan industri Israel terlibat dalam perakitan pesawat dan pembuatan suku cadang.(alarabiya.net/ps)

Penulis: Priyo Suwarno
Editor: Priyo Suwarno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved