Banyak Keluhan soal PPDB Online, Walikota Balikpapan Akan Mengadu ke Kemendikbud

Di Balikpapan PPDB Online tingkat SMA/SMK memang kerap terjadi gangguan dan error. Sehingga pendaftaran diperpanjang hingga tujuh hari

Banyak Keluhan soal PPDB Online, Walikota Balikpapan Akan Mengadu ke Kemendikbud
tribunkaltim.co/fachmi rachman
Ratusan orangtua dan calon siswa memadati ruang verifikasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di lantai 1 SMAN 1 Balikpapan, Senin (2/7/2018). Akibat server PPDB online tidak bisa diakses, pendaftaran di SMAN 1 dilakukan secara manual menunggu normalnya akses. 

TRIBUNKALTIM.CO - Walikota Balikpapan Rizal Effendi akan mengadu ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait masalah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online tingkat SMA/SMK yang terjadi di Kota Balikpapan.

Di Balikpapan PPDB Online tingkat SMA/SMK memang kerap terjadi gangguan dan error. Sehingga pendaftaran diperpanjang hingga tujuh hari kedepan. Hal itu, membuat sebagian warga dan orang tua murid harus kewalahan bolak-balik ke sekolah. 

Baca: Alat Berat Dikerahkan, Sampah di Pantai Stall Kuda Balikpapan Berangsur Bersih

Rizal menjelaskan, masalah PPDB Online ini dimana-mana banyak keluhan masyarakat. Apalagi adanya gangguan dengan sistem aplikasinya yang error. Ini menjadi evaluasi dan pembelajaraan Dinas Pendidikan Provinsi.

"Makanya nanti kita akan laporkan ke Kementerian agar Kementerian yang mengevaluasi dan mengambil keputusan yang baru. Karena sistem zonasi banyak bolongnya, banyak terjadi kesalahan," kata Rizal.

Saat ini, Disdikbud Balikpapan tidak bisa mengambil keputusan, karena sebagian wewenang SMA dan SMK ada di Provinsi.

"Kalau mau jujur Balikpapan sudah siap PPDB Online, tapi karena sistmnya diitegrasikan dengan daerah lain akhirnya menjadi error," kata Rizal.

Baca: Massa yang Antre Beli Tiket Timnas U-19 RI Vs Malaysia Membludak, Petugas Keamanan Kewalahan

Untuk sistem zonasi memang seluruh daerah belum siap, kecuali daerah yang zonasinya yang aman. Seperti Jakarta, Surabaya, Malang, Bandung dan Jogja. Dimana sekolahnya tersebar diseluruh wilayah dan kualitas sekolahnya pun hampir sama.

Berbeda dengan kota Balikpapan, yang sekolahannya terpusat di tengah Kota yakni wilayah Gunung Pasir. Sehingga warga yang tinggal di zonasi tersebut diuntungkan.

"Kasian juga bagi anak-anak yang nilainya bagus dapat sekolah yang kemampuannya biasa saja. Zonasi memang begitu sistemnya," ucap Rizal dengan nada lirih.

Baca: Anggap PPDB Online Kacau Balau, Orangtua Siswa Mengadu ke Ombudsman

Menurut Rizal, kualitas sekolah di wilayah Gunung Pasir memang bagus, tapi bagaimana dengan daerah lain.

"Semoga menjadi evaluasi bersama, menjadi pembelajaran untuk kita semua dengan adanya masalah PPDB Online ini," harap Rizal.

Rizal pun menyarankan menggunakan pola yang lama. Dimana sebagaian siswa mendapatkan subsidi, sehingga tidak memberatkan orang tua murid. 

"Makanya pola Balikpapan yang dulu sudah benar. Kita bantu dan subsidi uang gedung sehingga tidak membebani orang tua, sayang anggaran kita terbatas sehingga tidak bisa lanjut. Provinsi seharusnya menggunakan sistem itu. Siswa SMA/SMK yang sekolah swasta dibantu sehingga tidak membebani orangtua," kata Rizal.

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help