Antisipasi Penyelundupan di Laut, Balai Karantina Pertanian Gandeng TNI AL

Pihaknya menggandeng TNI AL untuk bekerjasama menegakkan aturan dan pencegahan masuknya produk ilegal ke Indonesia.

Tribunkaltim.co/ Fachri Ramadhani
Sosialiasi Sinergitas Kerjasama Operasional Karantina Hewan dan Tumbuhan serta Pengawasan Keamanan Hayati di wilayah Perairan Kalimantan Timur bersama Pangkalan TNI AL Balikpapan. Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (p) Wahyu Cahyono bersama Kapus Kepatuhan Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan, Dr Arifin Tasrif M.Sc, Kamis (24/1/2019) di Mako Lanal Balikpapan. 

Antisipasi Penyelundupan di Laut, Balai Karantina Pertanian Gandeng TNI AL

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Indonesia merupakan negara kaya akan SDA hayati kedua setelah Brazil sehingga harus dijaga dari praktek pencurian atau penyelundupan.

Hal itu diungkapkan Kapus Kepatuhan Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan, Dr Arifin Tasrif M.Sc, Kamis (24/1/2019) di Mako Lanal Balikpapan.

Pihaknya menggandeng TNI AL untuk bekerjasama menegakkan aturan dan pencegahan masuknya produk ilegal ke Indonesia.

Video Ariel Noah - Pevita Pearce, Kepergok Berdua di Bioskop Kenakan Jaket Hoodie dan Sweater Putih

Terungkap, Penanam Ganja di Balikpapan Belajar Tanam dari Youtube, Ibu Tersangka tak Curiga

Dulu Pernah Kirim Surat Pendampingan Lawan Suap, Bupati Mesuji Justru Ditangkap KPK

Sebab itu dilakukan sosialiasi Sinergitas Kerjasama Operasional Karantina Hewan dan Tumbuhan serta Pengawasan Keamanan Hayati di wilayah Perairan Kalimantan Timur bersama Pangkalan TNI AL Balikpapan.

"Sebelumnya penandatangan MoU dengan Mabes TNI AL sudah. Hari ini kita ingin lebih bicara implementasi di Balikpapan dan Samarinda," katanya didampingi Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I A Balikpapan, Syamsu Alam.

Menurut Arif Tasrif, pembangunan sektor pertanian pada kabinet kerja saat ini adalah peningkatan produksi dalam rangka swasembada pangan nasional.

Secara umum pihaknya memiliki peranan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam mewujudkan program tersebut. Adapun ancaman program tersebut adalah adanya bioterorisme melalui ketergantungan akan barang atau komoditas impor.

Langgar Aturan Karantina Pertanian, Produk Impor 8 Negara Dibakar di Balikpapan

Gagalkan Distribusi Sabu Seberat 7 Kilogram, Dua Anggota Koramil Sambaliung Terima Penghargaan

Waspada, Cuaca Ekstrem Masih Menyelimuti Berau Hingga 30 Januari

Sementara Danlanal Balikpapan, Kolonel Laut (p) Wahyu Cahyono mengungkapkan pentingnya sinergitas berkegiatan, terutama dalam penegakkan hukum di wilayah perairan.

"Penting kita lakukan. Tak bisa kita egosentris, berdiri sendiri bergiat. Artinya harus giat secara sinergis," tuturnya.

Dicontohkan Wahyu, misal jajarannya yang melakukan patroli di laut menemukan pelanggaran yang berkaitan dengan hewan dan pertanian, maka langsung bisa menyampaikan ke pihak karantina.

"Selain adakan patroli bersama. Fungsi intelejen dan operasional akan bekerjasama secara teknis, mulai dari mengumpulkan data, sosialisasi ke nelayan hingga pengguna laut lainnya," ungkapnya. (*) 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved