Alumni IPB Gelar Talkshow Bahas Sumber Daya Alam di Kaltim

Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar talkshow, bertema 'Menuju Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam Kaltim yang Berdaulat

Alumni IPB Gelar Talkshow Bahas Sumber Daya Alam di Kaltim
TRIBUN KALTIM/RAFAN A DWINANTO
Novel Chaniago 

Alumni IPB Gelar Talkshow Bahas Sumber Daya Alam di Kaltim

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kaltim dikenal sebagai daerah dengan sumber alam melimpah.

Hal ini menjadikan Kaltim sebagai daerah yang menjanjikan dari segi investasi.

Namun, faktanya, limpahan sumber alam yang menjadi faktor ekonomi tersebut, tak mampu menggiring Kaltim menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi pula.

Soal Dana Hibah yang 3 Tahun tak Pernah Masuk ke KONI Samarinda, Ini Jawaban Pemkot

Jokowi Bakal Kunjungi Kaltim, Tinjau Waduk Teritip dan Tol Balsam

Unjuk Rasa Dugaan Korupsi RPU, 10 Pendemo Dilarikan ke Rumah Sakit

Kondisi inilah yang melatari Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Talkshow, bertema 'Menuju Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam Kaltim yang Berdaulat'.

Kegiatan ini berlangsung di Lamin Etam, Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (12/2/2019).

Pakar kebijakan pengelolaan sumber daya alam hutan, Prof Hariadi Kartodiharjo, bersama Prof Bustanul Arifin yang merupakan pakar kebijakan pengelolaan pangan dan pertanian, akan menjadi narasumber talkshow bersama Gubernur Kaltim, Isran Noor.

"Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kami (alumni IPB di Kaltim) juga ingin menjadi bagian dari pembangunan Kaltim. Salah satunya dengan bentuk sumbang pemikiran melalui talkshow ini," kata Penasehat Himpunan Alumni IPB di Kaltim, Sumarsongko.

Samson Asal Samarinda Jadi Korban Senjata Tajam, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Demo Rumah Potong Unggas (RPU), Massa dan Aparat Saling Dorong

Demo di Depan Kantor Pemkot Balikpapan, Massa Tutup Sebagian Jalan, Ikuti Live Streamingnya

Sementara, Pengurus Alumni IPB di Kaltim, Novel Chaniago menuturkan, ketergantungan Kaltim pada sumber alam membuat pertumbuhan ekonomi provinsi ini, menjadi salah satu yang terendah di Indonesia.

"Yang jadi soal, semua sumber alam ini diekspor dalam bentuk mentah. Dan yang justru mendapatkan nilai tambah dari sumber alam Kaltim adalah daerah lain," kata Novel.

Novel berpendapat, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar nilai tambah dari sumber alam yang melimpah ini, bisa dirasakan Kaltim. Pertama, pemerintah mesti merawat industri yang ada di Kaltim. Salah satunya, industri perkayuan.

"Industri kayu ini banyak menyerap tenaga kerja. Sayangnya, industri ini kesulitan bahan baku. Karena HPH (hak pengelolaan hutan) justru mengirim kayu bulat ke pabrik di luar Kaltim. Seandainya ada pembatasan pengiriman kayu bulat ke luar Kaltim, maka akan bagus dampaknya buat daerah," urai Novel.

Kondisi yang sama juga terjadi di perkebunan sawit. Di mana, minyak sawit (crude palm oil) Kaltim lebih banyak dimanfaatkan oleh industri di luar daerah. "Banyak dibawa ke Surabaya dan Gresik. Karena industrinya di sana," katanya lagi.

Dengan sumber daya alam yang melimpah pula, lanjut Novel, Kaltim berada di urutan ke enam, tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia. "Nah, kita (alumni IPB di Kaltim), ingin terlibat juga dalam mewujudkan visi-misi Kaltim Berdaulat yang diusung Gubernur baru kita," ujar Novel. (*) 

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved