Tujuh Perusahaan Kurang Bayar Retribusi Pelabuhan Benuo Taka, Segini Besarannya

Kurang bayar retribusi ini merupakan selisih retribusi yang harus dibayarkan setelah Perda Retribusi Pelabuhan disahkan.

Tujuh Perusahaan Kurang Bayar Retribusi Pelabuhan Benuo Taka, Segini Besarannya
tribunkaltim.co/Samir Paturusi
Pelabuhan Benuo Taka merupakan salah satu proyek yang diandalkan mampu mendapatkan+PAD 

Tujuh Perusahaan Kurang Bayar Retribusi Pelabuhan Benuo Taka, Segini Besarannya

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Dinas Perhubungan Penajam Paser Utara (PPU) mencatat ada tujuh perusahaan Crude Palm Oil (CPO) dan batubara yang belum melunasi kurang bayar retribusi Pelabuhan Benuo Taka.

Besaran retribusi yang belum terbayar mencapai ratusan juta.

Kepala Dinas Perhubungan PPU, Ady Irawan, Rabu (13/2/2019) menjelaskan, kurang bayar retribusi ini merupakan selisih retribusi yang harus dibayarkan setelah Perda Retribusi Pelabuhan disahkan.

Lowongan Kerja PLN 2019 untuk Lulusan D3 dan S1, Ditutup 1 Hari Lagi

Dibuka Lowongan Kerja PT KAI untuk Lulusan SMA, Daftar di recruitment.kai.id

Prediksi BMKG Rabu (13/2/2019) - Cuaca Berawan Dominasi Balikpapan, di Laut Gelombang Jadi Ancaman

Ady Irawan menjelaskan, dengan berlakunya perda ini maka berlaku surut sehingga kekurangan itu harus mereka selesaikan.

Disampaikannya, bahwa perda diajukan pada Juli dan disahkan Oktober tahun lalu sehingga selisih itu harus dibayarkan.

"Kalau sebelumnya retribusi CPI itu Rp 12.500/ton menjadi Rp 20 ribu/ton dan batubara dari Rp 12.500 menjadi Rp 15 ribu. Nah selisih retribusi itu yang harus mereka bayar. Kalau retribusi dengan aturan sebelumnya sudah mereka selesaikan, jadi ini hanya kurang bayar dari selisih retribusi, " ujarnya.

Ady Irawan mengaku sudah melakukan penagihan kepada enam perusahaan CPO dan satu perusahaan batubara.

Namun mereka meminta keringanan dan retribusi sesuai perda tak langsung diterapkan.

Sejumlah alasan mereka sampaikan untuk keringanan. Ady Irawan mencontohkan seperti harga tandang buah segar yang mengalami penurunan, kemudian fasilitas pelabuhan yang belum memadai dan jalan yang sering ditutup warga.

Fadli Zon Komentari Presiden Jokowi yang Dianggap Suka Baca Doraemon dan Sinchan

Fadli Zon Sebut Prabowo Akan Ungkit Kegagalan Swasembada Pangan hingga Infrastruktur Mangkrak

Bercita-cita Go Internasional, Perekrut ISIS Asal Indonesia Tewas Terkena Pecahan Peluru di Suriah

Ia menjelaskan, dengan penutupan jalan tersebut perusahaan sering terkena denda karena keterlambatan pengangkutan di kapal.

Alasan serupa juga disampaikan perusahan batubara, dimana mereka juga meminta keringanan dengan alasan harga batubara turun.

Disebut Ady, pihaknya masih akan mempelajari surat dari perusahaan untuk meminta keringan.

"Bisa saja nanti besaran retribusi belum kami terapkan secara penuh sesuai perda, " ucapnya. (*) 

Penulis: Samir
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved