Breaking News:

Laka Lantas

Waduh, Kondisi Jalan Provinsi jadi Penyumbang Angka Kecelakaan Tertinggi

Terdapat 78 kasus kecelakaan yang terjadi pada jalan provinsi, 17 kasus terjadi di jalan kota.

Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Trinilo Umardini
TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalan poros Samarinda-Bontang, Sabtu (5/9/2015). Ruas jalan poros antar kota ini merupakan salah satu kawasan yang rawan kecelakaan lalu lintas. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Angka jumlah kecelakaan yang terjadi di kota tepian, masih terbilang tinggi. Hingga bulan September ini, kecelakaan pun kerap terjadi saat pengendara melintasi jalanan milik Pemprov Kaltim.

Dari data yang terdapat di Unit Laka Lantas Satlantas Polresta Samarinda, dari Januari-September 2015, sudah terdapat 101 kasus kecelakaan lalu lintas, jalan provinsi menyumbang angka kecelakaan terbanyak di banding dengan jalan nasional, kota dan desa.

Terdapat 78 kasus kecelakaan yang terjadi pada jalan provinsi, 17 kasus terjadi di jalan kota, 10 kasus terjadi di jalan nasional dan 1 kasus terjadi di jalan desa.

Selain itu, kendaraan bermotor masih mendominasi terjadinya kecelakaan, dibanding dengan kendaraan lainnya. Tercatat, terdapat 122 kendaraan bermotor yang terlibat dalam kasus kecelakaan, selebihnya terjadi juga pada minibus, kontainer hingga truk beban.

Baca: Hampir Separuh Lakalantas di Kota Ini Libatkan Pelajar

Kanit Laka Satlantas Polresta Samarinda Ipda Suji Haryanto, melalui Kasubnit I Lakalantas, Aiptu Leo menjelaskan, kecelakaan terjadi didominasi oleh faktor manusia. Dari data yang ada terdapat 72 kasus kecelakaan yang terjadi karena pengemudi tidak tertib dan 23 kasus karena pengudi lengah, sedang kecelakaan yang terjadi akibat faktor kendaraan, terdapat 2 kasus karena rem tidak berfungsi dan 1 kasus karena kemudi kurang baik.

"Jadi, kecelakaan selama ini karena faktor manusia sendiri, karena lengah dan tidak tertib. Hal ini diketahui dari hasil penyelidikan kami terhadap kasus kecelakaan yang terjadi," ujarnya, Minggu (11/10/2015).

Kasus kecelakaan tahun ini sudah merenggut nyawa 40 korban jiwa, 62 korban luka berat dan 55 korban luka ringan. Dengan kerugian material akibat kecelakaan mencapai Rp 200 juta.

Baca: BPJS Klaim Kasus Lakalantas Belum Optimal Ditangani. Apa ...

"Sebenarnya kecelakaan bisa dihindari, asalkan para pengendara dapat taat, seperti berkendara dengan batas kecepatan yang sudah ditentukan, di dalam kota kecepatan maksimal yang diperbolehkan hanya 40 km/jam, sedangkan di luar kota 60 km/jam. Tapi, banyak pengendara yang terbalik, di dalam kota melibihi batas kecapatan seperti perjalanan di luar kota," urainya.

Dia pun menjelaskan, jalanan yang menjadi tempat rawan terjadinya kecelakaan, yakni jalan poros Samarinda-Bontang, jalan Sultan Sulaiman, jalan HM Rifaddin, jalan Cipto Mangunkusumo, jalan KH Harun Nafsi dan jalan poros Samarinda-Balikpapan.

"Beberapa jalan yang rawan terjadinya kecelakaan, memang terdapat beberapa faktor terjadinya kecelakaan, seperti tidak ada lampu penerangan jalan, jalanan berliku, sempit dan naik turun gunung," tuturnya. (*)

***

UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan. Like fb TribunKaltim.co Follow  @tribunkaltim  Tonton Video Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved