Kabut Asap

Disdik Abaikan Saran Dinkes untuk Liburkan Sekolah

Saran Dinkes Kabupaten Nunukan agar semua sekolah diliburkan selama tiga hari sejak Kamis (22/10/2015) hari ini tak diindahkan Disdik Nunukan.

Disdik Abaikan Saran Dinkes untuk Liburkan Sekolah
TRIBUN KALTIM/NIKO RURU
Murid SD Negeri Utama 1 Nunukan, Kamis (22/10/2015) harus mengenakan masker di luar kelas karena kondisi kabut asap yang semakin memburuk. 

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Saran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nunukan agar semua sekolah diliburkan selama tiga hari sejak Kamis (22/10/2015) hari ini tak diindahkan Dinas Pendidikan Kabupaten (Disdik) Nunukan. Disaat bersamaan, sejumlah pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan sedang dinas luar.

Dari pantauan TRIBUNKALTIM.CO, aktivitas berlajar mengajar di sekolah-sekolah tetap berjalan. Sejumlah murid sekolah dasar terpaksa harus mengenakan masker saat berada di luar kelas, karena semakin pekatnya kabut asap.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, dr Rustam Syamsuddin sebelumnya mengatakan, pihaknya telah menyarankan agar sekolah diliburkan selama tiga hari.

“Kami menyarankan Disdik meliburkan mulai besok sampai Sabtu. Sambil menunggu perkembangan selanjutnya. Ini kami sampaikan secara lisan dalam rapat disusul dengan surat tertulis,” kata Rustam kemarin.

Rustam mengatakan, meskipun belum memperoleh data pasti indeks pencemaran udara di Kabupaten Nunukan, namun secara kasat mata kondisi kabut asap sudah sangat berbahaya.

Baca: Tersesat karena Kabut Asap, Empat Petambak Ini Hilang

Saat hendak mengonfirmasi sikap Disdik Nunukan yang mengabaikan saran meliburkan kegiatan belajar mengajar, kepala dinas, sekretaris maupun kepala bidang pendidikan dasar, sedang tidak berada di kantor.

“Dinas luar, pak!” kata seorang pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan.

Sikap Disdik Nunukan bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah di Tawau, Sabah, Malaysia, kota yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Nunukan. Sekolah-sekolah di negara itu diliburkan menyusul semakin memburuknya kondisi kabut asap.

Mengutip apims.doe.gov.my, situs untuk memantau kondisi kabut asap di Malaysia, hingga pukul 09.00 pagi ini, indeks pencemaran udara di Kota Tawau mencapai 116. Angka ini meningkat dibandingkan kondisi semalam yang mencapai 114.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, indeks pencemaran udara pada rentang 101-199 bertanda kuning, termasuk kategori tidak sehat. Dampaknya, peningkatan carbon monoksida bisa menyebabkan peningkatan pada kardiovaskular pada perokok yang sakit jantung.

Jumlah nitrogen yang terkandung pada kabut asap itu tercium bau dan kehilangan warna. Ini menyebabkan peningkatan reaktivitas pembuluh tenggorokan pada penderita asma.

Selain itu, kabut asap pada ozon menyebabkan penurunan kemampuan pada altet yang berlatih keras. Sulfur dioksida yang berbau, menyebabkan peningkatan kerusakan pada tanaman. (*)

***

UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan. Like fb TribunKaltim.co  Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim

Penulis: Niko Ruru
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved