Pelajar Kaltim Cetak Uang Palsu di Indekos, Begini Pola Produksinya

Usai ditangkap, petugas meminta pelaku tersebut menunjukkan tempat pencetakan uang palsu.

Polda Kaltim
Pelaku pembuat uang palsu yang diamankan jajaran reserse Polres Berau, Rabu (5/7/2017) sekitar 09.00 Wita. 

Laporan Wartawan Tribunkalim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Warga Kaltim harus benar-benar waspada dengan ancaman uang palsu yang beredar di tengah mereka.

Seperti yang terjadi di Berau, Kalimantan Timur, hanya bermodal menonton video di internet dan alat cetak sederhana, seorang pelajar berhasil membuat puluhan lembar uang palsu.

Namun, saat ini pelajar kelas XI Sekolah menengah atas berinisial DAW (17) diamankan jajaran kepolisian Kaltim melalui tim Opsnal Polres Berau yang dikomandoi AKBP Andy Ervyn selaku Kapolres Berau, Rabu (5/7/2017) sekitar 09.00 Wita.

Usai ditangkap, petugas meminta pelaku tersebut menunjukkan tempat pencetakan uang palsu.

Ya, hanya di sebuah indekos Jalan Akb Sanipah II, Tanjung Redeb puluhan lembar uang palsu tersebut diproduksi. Di indekos tersebut, petugas berhasil mengamankan 96 lembar uang palsu, terdiri dari 47 lembar pecahan Rp 100 ribu, dan 49 pecahan Rp 50 ribu. 

"Kalau di total sekitar Rp 7.150.000 yang jajaran sita tadi pagi. Pelaku langsung dibawa ke Mapolres Berau untuk proses hukum lebih lanjut," kata Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryana.

Dari pengakuan DAW, dirinya terinspirasi membuat uang palsu tersebut saat melihat video di internet tentang cara membuat uang palsu melalui smart phone, Senin (3/7/2017). Video berdurasi 7 menit tersebut mampu menumbuhkan niatnya melakukan perbuatan melanggar hukum tersebut.

Esok harinya, Selasa (4/7/2017) pelaku membeli alat yang bisa membantu mencetak uang palsu tersebut.

Hanya bermodal sebuah Printer Merk Canon Pixma E460 warna hitam dibantu perlatan ATK lainnya, serta pengetahuan editing, puluhan lembar uang palsu berhasil ia cetak.

"Ia mengopi uang asli pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu menggunakan printer," ujar Ade.

Diketahui, pelaku sudah membelanjakan uang palsu tersebut di 3 warung berbeda. Adapun kembalian dari uang palsu yang sudah dibelanjakan senilai Rp 258 ribu uang asli. "Sementara ini kami masih kembangkan," katanya.

Pihaknya mengimbau agar warga teliti memastikan uang saat bertaransaksi di manapun. Kenali ciri-ciri uang asli yang sudah disosialisasikan pihak Bank Indonesia. Dengan cara dilihat, diraba dan diterawang.

"Syukur bisa punya alat untuk mendeteksi keaslian uang. Sekali lagi tetaplah waspada," ujarnya.

"Jangan lupa segera lapor atau informasikan ke kantor Polisi jika mengetahui atau bahkan menjadi korban, agar segera ditindak," tambahnya. (*)

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved