Tips Interior
Apa Bedanya Desain Minimalis dan Skandinavia?
Menjelajahi istilah desain bisa sama membingungkannya seperti merakit sistem home theatre sendiri.
TRIBUNKALTIM.CO -- Menjelajahi istilah desain bisa sama membingungkannya seperti merakit sistem home theatre sendiri.
Namun, untuk merencanakan desain interior yang sesuai dengan selera dan menciptakan nuansa tertentu, Anda memerlukan bahasa.
Jika yang Anda tahu tentang desain minimalis dan Skandinavia adalah bahwa peritel asal Swedia menjual perabot yang merepresentasikan keduanya, berarti Anda belum tahu banyak.
Baca: Dekat dari Jakarta Loh, Lihat Air Terjun Mirip di Niagara, Indah tapi Sayang. . .
Baca: Kuatkan Otot Panggul dengan Senam Kegel, Eits Jangan Sembarangan, Ini yang Cara Benar!
Baca: Di Balik Dresscode Hitam Acara Golden Globe, Terungkap Repotnya Desainer Penuhi Permintaan Selebriti
Minimalis
Desain minimalis mengacu pada penggunaan bahan industri dan bentuk geometris dalam konsep ruang terbuka yang mendukung skema warna putih dan hitam.
Ini menekankan kesederhanaan dan fungsi dalam furnitur.
Meski demikian, minimalisme modern tidak selalu kaku dan terus berkembang seiring berjalannya waktu.
Tekstur dan aspek cozier juga menjadi lebih luas.
Istilah "minimalisme" pertama kali digunakan untuk menggambarkan karya seniman visual Amerika di tahun 1960an, menurut The Art Story, termasuk Robert Morris dan Anne Truitt.
Sekarang, istilah ini digunakan dalam referensi untuk segala sesuatu dari setelan celana sampai bahan-bahan perak.
Estetika itu sendiri memiliki pengaruh yang terkait dengan desain tradisional Jepang, terutama pada clean line dan aliran terbuka di seluruh rumah.
Baca: Tak Maju di Pilgub Kaltim, Ini yang akan Disasar Rizal Effendi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/interior-ala-skandinavia_20180108_180603.jpg)