Kampanye Perwali Stop Kantong Plastik, Orang Kementerian Ini Protes Makanannya

Acara dilangsungkan sejak pukul 09.00 Wita, dihadiri puluhan pelaku ritel modern dan pengusaha mikro kecil menengah.

Penulis: Budi Susilo |
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Sosialisasi Perwali Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di aula rumah dinas Walikota Balikpapan, Jalan Syarifuddin Yoes, Sepinggan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Jumat (4/5/2018). 

Dimulai dari kotak makanan sudah ditemukan sampah plastik.

Baca: LIVE STREAMING - Persib Bandung Vs Madura United Pukul 15.30 WIB, Jangan Ketinggalan Ya!

Dipakai hanya sebentar, setelah itu tidak lagi berguna, menjadi barang sampah.

Sebaiknya ke depan harus diminimalisir hingga dihindari sampai nol persen, tidak sama sekali menggunakan barang yang hasilkan sampah.

Sekarang ini tren harus mengarah kepada eco office, sebuah penerapan sistem manajemen di perkantoran yang sebisa mungkin tidak memakai barang-barang yang hasilkan sampah.

Setiap pemakaian barang di perkantoran wajib cenderung ramah lingkungan.

“Di kantor saya (di Jakarta) sekarang sudah biasakan tidak lagi pakai pembungkus yang bisa jadi sampah. Tempat makanannya ditaruh di piring rotan yang bisa dipakai berkali-kali. Makanan ringannya di pagi hari tidak lagi kue yang bungkus plastik, langsung dimakan seperti buah-buahan,” ungkapnya.

Kata Ujang, sebenarnya, upaya pengurangan penggunaan plastik atau sampah non organik, sudah bukan lagi menjadi usaha perjuangan tingkat nasional namun sudah mengarah ke masyarkat internasional.

Seperti halnya di negara-negara maju di Eropa seperti Perancis, setiap restoran sekarang, ketika ada konsumen makan di tempat kemudian tidak habis maka mewajibkan konsumen harus menghabiskannya.

Jika tidak mampu menghabiskannya maka si konsumen wajib membawa pulang sisa makanannya.

Negara lain, di Inggris, penggunaan sedotan plastik yang sekali pakai saja sudah dilarang.

Pemakaian sedotan plastik yang digunakan buat minum di tempat olah-raga tenis dan restoran tak lagi dperbolehkan.

“Kita lakukan pengurangan sampah plastik sebenarnya tidak butuh biaya banyak. Yang penting kita hanya butuh niat baik sama komitmennya. Itu saja. Mudah saja,” tegas Ujang, yang memiliki jenggot di dagunya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved