Opini

Ikhtiar Mendamaikan Perang Dagang Dunia di IMF-WBG Annual Meeting Indonesia 2018

Perang, apapun jenisnya pasti berdampak buruk, termasuk perang dagang yang akan menggoyang perekonomian dan keuangan secara global dan masif.

Ikhtiar Mendamaikan Perang Dagang Dunia di IMF-WBG Annual Meeting Indonesia 2018
Istimewa
Bambang Iswanto 

Dengan kedatangan 20.000 peserta, selama kurang lebih tujuh hari di Indonesia, bisa diestimasi ada total spending mencapai lebih dari 100 juta USD peserta “menghambur” uang di Indonesia, ini belum termasuk torusm dan corporate events. Hal ini dipastikan akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan potensi penerimaan devisa.

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati alam IMF-WBG Annual Meeting 2017 di Washington DC, Amerika Serikat
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati alam IMF-WBG Annual Meeting 2017 di Washington DC, Amerika Serikat (Twitter)

Peru pernah merasakan manfaat ekonomis menjadi tuan rumah pada tahun 2015. Khusus dari sektor industri travel dan turisme saja, mereka berhasil meningkatkan GDP dari angka 56,95 di tahun 2014 dan meningkat menjadi 66,2% di tahun 2016 setelah penyelenggaran AM 2015. Dari sektor lapangan kerja juga tereskalasi, pada 2014 total pekerja pada sektor travel dan turisme melibatkan 1,247 juta orang menjadi 1,332 juta orang. Terjadi peningkatan 6,82 persen.

Manfaat Intangible

Selain berbicara nominal angka keuntungan ekonomis, hal lain yang menjadi hak tuan rumah adalah Indonesia mempromosikan dirinya dirinya kepada dunia. Dengan  pertemuan ini Indonesia harusnya lebih dikenal kekuatan ekonominya dan  pariwisatanya yang tidak dimiliki oleh negara lain.

Indonesia juga wajib memanfaatkan peluang memperkenalkan kemajuan Indonesia dalam pembangunan infra struktur, stabilitas keuangan, penanganan inequality, pembangunan sumber daya manusia dan keuangan inklusif tidak kalah dengan negara-negara lain.

Ajang ini juga harus dimaksimalkan untuk mengenalkan produk-produk unggulan Indonesai kepada masyarakat dunia serta mengenalkan peluang investasi dan usaha yang terbuka di Indonesia. AM 2018 menjadi showcaing Ekonomi Indonesia. Di sinilah momentum Indonesia menunjukkan leadership Indonesia. Indonesia pantas menjadi  satu-satunya negara di ASEAN yang menjadi anggota forum G20.

Dalam kegiatan ini, dirancang kurang lebih 2.000 pertemuan (simultan). Ini jumlah yang memecahkan rekor dunia untuk pertemuan dari sektor keuang dan perekonomian. Di dalamnya dibahas isu-isu penting dan terkini perkembangan ekonomi dan keuangan meliputi outlook ekonomi global, stabilitas keuangan global, kemiskinan, pembangunan, lapangan kerja berskala global. Perubahan iklim dan isu global lainnya yang mempengaruhi ekonomi dan keuangan dunia juga akan dibahas.

Juru Damai Perang Dunia

Current issue yang paling penting adalah perang dagang antara Amerika Serikat dengan negara lain. Hal ini pasti tidak terelakkan lagi masuk dalam pembahasan stabilitas ekonomi dan keuangan global sebagai agenda utama pertemuan.

Saat ini Amerika Serikat memainkan kebijakan ekonomi yang mengancam stabilitas ekonomi dan keuangan global dengan menggali kapak perang dagang. Tampaknya, latar belakang dari kebijakan ini ialah mengembalikan Amerika Serikat sebagai negara super power dalam segala bidang termasuk bidang ekonomi. Tidak boleh ada kompetitor yang menghalangi maksud keinginan mengembalikan sejarah kejayaan Amerika Serikat.

Halaman
123
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved