Ini Kronologi Pengungkapan Kasus Aborsi di Balikpapan, Satu Pasien Berhasil Digagalkan
Penyedia jasa aborsi ilegal di Balikpapan mengaku belajar keterampilan menggugurkan kandungan dari internet. Keduanya tak miliki latar belakang medis.
Penulis: tribunkaltim | Editor: Adhinata Kusuma
Ini Kronologi Pengungkapan Kasus Aborsi di Balikpapan, Satu Pasien Berhasil Digagalkan
TRIBUNKALTIM, CO. BALIKPAPAN - Penyedia jasa aborsi ilegal di Balikpapan mengaku belajar keterampilan menggugurkan kandungan dari internet.
Kedua pelaku, EP dan WY, sama sekali tak memiliki latar belakang medis.
"(Belajar) dari google (internet)," ucap tersangka EP kepada Tribunkaltim.co, saat dipertemukan dengan waratwan dalam jumpa pers yang digelar Polres Balikpapan, Jumat (1/2/2019) di Mapolres Balikpapan.
BACA JUGA:
Ibu Ini Menolak Melakukan Aborsi Ketika Tahu Bayinya Memiliki Kelainan, Lihat Apa yang Terjadi
Kisah Pencarian Jasa Aborsi Lewat Internet, Bayar Rp 4 juta, Dilayani Pria Berjas Dokter
Warga Juluki Fasilitas Ini 'Jembatan Aborsi', Coba Intip Kondisinya
Waka Polres Balikpapan Kompol Andre Anas memyebut praktik jasa aborsi yang dilakukan kakak-beradik, EP dan WY masuk kategori ilegal.
"Mantan pasiennya kebanyakan merupakan pasangan yang tak terikat perkawinan sah," kata Kompol Andre Anas saat jumpa pers, didampingi Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat.
"Kalau kita lihat dari kasus yang diungkap pelaku aborsi berusia muda. Para pasien tersangka kisaran umur 17-25 tahun. Belum berkeluarga. Pacaran, terus ditinggal. Tapi berapa banyaknya (pasien) masih anggota kembangkan," jelas perwira melati 1 di pundak tersebut.
BACA JUGA:
Ibu Ini Menolak Melakukan Aborsi Ketika Tahu Bayinya Memiliki Kelainan, Lihat Apa yang Terjadi
Kisah Pencarian Jasa Aborsi Lewat Internet, Bayar Rp 4 juta, Dilayani Pria Berjas Dokter
Warga Juluki Fasilitas Ini 'Jembatan Aborsi', Coba Intip Kondisinya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jumpa-pers-pengungkapan-praktik-aborsi.jpg)