Sabtu, 18 April 2026

Berikut 4 Kecelakaan Kereta Terparah dan Memilukan di Indonesia, Ada Berulang di Tempat yang Sama

Kecelakaan kereta api kembali terjadi di lintasan Cilebut - Bogor, Minggu (13/3/2019) pagi. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 17 orang luka-luka.

Penulis: Doan Pardede |
(Jimmy WP)
101 korban tewas dan 238 orang luka berat yang tercatat kibat terjadi kecelakaan kereta api terbesar dan paling tragis dalam sejarah perkeretaapian di Indonesia, Senin pagi ( 19/10/1987 ) pukul 07.10 WIB di kampung Pondok Betung, RW IX, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Tabrakan antara KA patas no.220 dari Tanah Abang menuju Merak dengan LA no. 225 dari Rangkasbitung menuju Tanah Abang. 

Upaya untuk menghentikan KA 225 juga sia-sia karena kereta itu terus melaju dan akhirnya bertabrakan dengan KA 220.

Setelah tabrakan terjadi, gerbong pertama di belakang lokomotif keduanya langsung menyelimuti lokomotif.

Baca juga :

Sederet Fakta dan Kronologi Kecelakaan Bupati Demak: Persiapan Nikah Sang Ajudan sudah 90 Persen

Kronologi Tewasnya Mantan Pemain PSPS Riau Khairunnas Afrizal, Kecelakaan Saat Bonceng Istri & Anak

Kapolda Kaltara Prihatin Angka Kecelakaan Tinggi yang Melibatkan Pengendara Kaum Milenial

Korban Selamat Kecelakaan Bus Kramat Jati Cicalengka Ungkap Hal Mengejutkan Soal Perilaku Sopir

3. 116 Tewas Akibat Tabrakan Kereta di Ratu Jaya, Depok

ILUSTRASI - Unit kereta milik PT Kereta Api Indonesia (KAI)
ILUSTRASI - Unit kereta milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) (istimewa)

 Cukup sedikit sumber yang menjelaskan mengenai penyebab kecelakaan tragis pada 20 September 1968 ini.

Namun, kecelakaan ini terjadi karena kereta api Bumel bertabrakan dengan keret api cepat di desa Ratu Jaya, Depok, Jawa Barat.

116 orang tewas akibat kejadian tersebut.

4. 45 Tewas di Brebes, Jawa Tengah

Pada 25 Desember 2001, kecelakaan parah kembali terjadi.

Kali ini, KA 146 Empu Jaya menabrak KA 153 Gaya Baru Malam Selatan yang sedang menunggu bersilangan di stasiun Ketanggungan Barat, Brebes, Jawa Tengah.

Kecelakaan yang menewaskan 45 orang itu murni kesalahan masinis KA Empu Jaya, yang tak mengurangi kecepatan saat melewati sinyal aspek kuning dan tak berhenti saat lampu merah

(Tribunkaltim.co/Doan Pardede)

Follow Instagram Tribunkaltim.co di bawah ini:

Subscribe Youtube Channel Tribunkaltim.co di bawah ini:

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved