Pilpres 2019

Said Aqil Siradj Ungkap Peran Besar Jokowi yang Sulit Dilupakan Warga NU

Alasan itu menurut KH Said Aqil Siradj bukan semata-mata karena kehadiran tokoh NU KH Maruf Amin yang digandeng menjadi cawapres Jokowi

Penulis: Syaiful Syafar | Editor: Januar Alamijaya
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj saat ditemui di Sekretariat PBNU, Jalan Kramat Raya, Kramat, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2014). (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNKALTIM.CO - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj membeberkan alasan mengapa dirinya terpanggil mendukung pasangan capres-cawapres, Jokowi-Maruf Amin.

Alasan itu menurut KH Said Aqil Siradj bukan semata-mata karena kehadiran tokoh NU KH Maruf Amin yang digandeng menjadi cawapres.

Ia menyebut juga karena faktor Jokowi.

KH Said Aqil Siradj mengungkapkan hal tersebut saat diwawancara Najwa Shihab dalam tayangan Narasi TV.

Menurut Said Aqil Siradj, Jokowi punya jasa besar yang sulit dilupakan warga NU.

Jasa tersebut tatkala Presiden Jokowi menetapkan tanggal 28 Oktober sebagai Hari Santri Nasional

"Kiai-kiai NU merasa punya hutang budi karena baru kali ini ada presiden meresmikan Hari Santri Nasional tanggal 28 Oktober," kata Said Aqil Siradj.

Peringatan Hari Santri Nasional, kata Said, tidak bisa dilepaskan dari sejarah 74 tahun silam.

Dia menjelaskan, pada 28 Oktober 1945, KH Hasyim Asy'ari (pendiri NU) mengeluarkan fatwa jihad mempertahankan kemerdekaan Indonesia, melawan tentara NICA di Surabaya.

"Isinya membela tanah air itu fardhu ain. Setiap orang wajib, seperti salat. Barang siapa mati dalam rangka mempertahankan tanah air, syahid seperti membela agama. Dan barang siapa berkhianat terhadap tanah airnya boleh dibunuh, walapun gak kafir, Hasyim Asy'ari gak pernah mengatakan kafir," kata Said Aqil Siradj.

Penetapan Hari Santri Nasional, kata Said Aqil, sungguh kebijakan yang luar biasa.

Karena bagaimanapun, santri mempunyai kontribusi besar terhadap kemerdekaan negara Republik Indonesia.

Alasan inilah yang membuat banyak warga NU merasa terpanggil mendukung pasangan calon nomor urut 1, Jokowi-Maruf.

Selain karena figur KH Maruf Amin (mantan Rais Aam PBNU) juga didapuk jadi cawapres. 

KH Said Aqil Siradj mengatakan, solidaritas warga NU tak terbendung mendukung paslon Jokowi-Maruf Amin. Terutama di kalangan santri.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved